Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sektor pertanian dan pertumbuhan ekonomi terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Bengkulu selama periode 2010-2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data sekunder runtut waktu yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu. Sektor pertanian diproksikan melalui Produk Domestik Regional Bruto sektor pertanian atas dasar harga konstan, pertumbuhan ekonomi diukur menggunakan laju pertumbuhan PDRB, sedangkan penyerapan tenaga kerja diukur melalui jumlah penduduk bekerja. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan SPSS versi 30 serta melalui pengujian normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan nilai signifikansi 0,000. Setiap peningkatan PDRB sektor pertanian berkaitan dengan bertambahnya kesempatan kerja, sehingga sektor ini tetap menjadi basis penting bagi aktivitas ekonomi dan mata pencaharian masyarakat Bengkulu. Pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan nilai signifikansi 0,291, yang mengindikasikan bahwa peningkatan output agregat belum selalu diikuti penciptaan pekerjaan secara proporsional. Secara simultan, sektor pertanian dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Nilai adjusted R square sebesar 0,948 menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 94,8 persen variasi penyerapan tenaga kerja, sedangkan 5,2 persen dijelaskan faktor lain. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan produktivitas pertanian, pengembangan agroindustri, peningkatan keterampilan tenaga kerja, akses teknologi, dan dukungan investasi yang mampu memperluas kesempatan kerja secara inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Bengkulu berdasarkan kebutuhan pasar kerja dan potensi ekonomi daerah setempat.
Copyrights © 2026