World Health Organization (WHO) mengungkapkan bahwa kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi keempat di seluruh dunia. Untuk mengatasi hal ini, ditetapkan target global baru yang bertujuan menurunkan angka ketidakaktifan fisik secara keseluruhan di kalangan dewasa dan remaja sebesar 15% pada tahun 2030. Di Indonesia, kurangnya aktivitas fisik di kalangan remaja dengan usia di atas 10 tahun masih tergolong tinggi, yakni mencapai sekitar 33,5%, dan di Aceh angka tersebut sekitar 35,8%. Pendidikan kesehatan dianggap sebagai salah satu pendekatan penting untuk meningkatkan pemahaman dan diharapkan dapat membantu mengubah perilaku serta gaya hidup yang tidak aktif (sedenter), terutama di kalangan remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang kebutuhan aktivitas fisik pada remaja di SMP Swasta Sukma Bangsa Lhokseumawe. Jumlah responden sebanyak 150 siswa. Siswa terlebih dahulu akan diberikan kuesioner awal untuk mengukur tingkat pemahaman mereka mengenai kebutuhan aktivitas fisik sebelum program edukasi dilaksanakan. Sesudah program edukasi berlangsung, kuesioner akan dibagikan kembali untuk menilai efektivitas dari program edukasi yang telah diberikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum edukasi, sebagian besar siswa memiliki pengetahuan cukup (52%) dan setelah edukasi, mayoritas siswa memiliki pengetahuan baik (69,1%). Kesimpulan kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik sesuai kebutuhan remaja efektif meningkatkan tingkat pengetahuan siswa. Oleh karena itu, edukasi kesehatan di lingkungan sekolah diharapkan dapat menjadi upaya berkelanjutan dalam mendukung pembentukan perilaku hidup sehat pada remaja. Kata kunci: Edukasi, Pengetahuan, Aktivitas Fisik, Remaja, Sedenter
Copyrights © 2026