cover
Contact Name
Hendra Wahyuni MS
Contact Email
hendrawms@unimal.ac.id
Phone
+6285260553629
Journal Mail Official
auxilium@unimal.ac.id
Editorial Address
Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, Jl. Meunasah, Uteunkot Cunda, Lhokseumawe, 24351, Provinsi Aceh, Tel/fax : 081376575984, Email: auxilium@unimal.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 30262720     DOI : https://doi.org/10.29103/auxilium.v1i1.19239
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Auxilium merupakan jurnal pengabdian multidisiplin yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh. Jurnal pengabdian Auxilium bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran dan gagasan konseptual dari hasil pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Auxilium menerbitkan hasil pengabdian kepada masyarakat yang mencakup bidang edukasi dan promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, administrasi dan kebijakan kesehatan, kesehatan reproduksi, sistem informasi kesehatan dan ilmu nutrisi. Jurnal Auxilium terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Agustus.
Articles 37 Documents
Gambaran Klinis pada penderita Tinea Unguium, Penyuluhan di Puskesmas Syamtalira Bayu, Aceh Utara Fonna, Tischa Rahayu; Haura, Jihan
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v1i1.12610

Abstract

Onikomikosis merupakan infeksi jamur pada kuku yang disebabkan oleh jamur dermatofita, ragi, atau kapang. Sedangkan tinea unguium istilah untuk infeksi kuku akibat dermatofita. Secara umum, 80-90% penyebab kasus onikomikosis adalah dermatofita Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophytes. Di Indonesia, penyebab yang banyak dilaporkan adalah Candida spp., T. Rubrum dan T. Mentagrophytes. Insiden dari onikomikosis meningkat pada populasi geriatri, pada pasien imunokompromais seperti diabetes, peripheral arterial disease, kondisi imunosupresi seperti kondisi HIV dan agen imunosupresan. Onikomikosis juga dapat dipengaruhi oleh gaya hidup tertentu, misalnya penggunaan kaos kaki dan sepatu yang terus menerus, olahraga yang berlebihan dan trauma pada kuku yang terus menerus serta predisposisi genetik. Berbagai faktor yang berpengaruh terhadap infeksi dermatofita antara lain iklim tropis, higienitas yang buruk, adanya sumber penularan, serta penyakit sistemik dan kronis yang meningkat. Tinea unguium menyebabkan masalah bagi pasien, berupa fisik dan psikologis. Permasalahan lain yang ada adalah pengobatan onikomikosis bersifat menahun dan resisten pada pengobatan. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari anamnesis terhadap pasien, pemeriksaan fisik beserta penyuluhan tentang tinea unguium. Upaya pencegahan tinea unguium yang diberikan kepada pasien berupa edukasi pasien terkait Tinea Unguium yang terdiri dari pengertian, faktor resiko, manifestasi klinis, faktor yang dapat memperberat, tatalaksana farmakologis dan non farmakologis
Sirkumsisi Menjaga Kebersihan dan Mencegah Risiko Infeksi serta Keganasan Penis Ultsany, Mutia; Lubis, Putri Sabrina; Fauzan, Ahmad; Akbar, Teuku Ilhami Surya; Rizal, Muhammad Ifani Syarkawi; Wahyuni, Hendra; Rizaldy, Muhammad Bayu; Iqbal, Teuku Yudhi; Millizia, Anna
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i2.18345

Abstract

Pendahuluan: sirkumsisi dalam dunia medis bermakna pemotongan kulit pada ujung penis atau prepusium untuk mencegah penumpukan kuman atau kotoran yang dapat menyebab infeksi yang paling sering diderita anak adalah infeksi saluran kemih (ISK) dan dapat juga meningkatkan resiko Infeksi Menular Seksual (IMS). Tujuan: pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan membantu masyarakat dengan memberikan pelayanan sirkumsisi secara gratis kepada mereka yang membutuhkan. Metode: melakukan intervensi langsung berupa tindakan sirkumsisi kepada setiap peserta. Hasil: hasil kegiatan pengabdian ini mendapatkan jumlah peserta yang mendaftar 70 orang, dan memenuhi syarat semua untuk dilakukan sirkumsisi. Semua peserta yang telah dilakukan sirkumsisi diberikan obat antibiotik dan analgetik serta dilakukan pembukaan verban pada peserta terhitung 3 hari dari hari telah dilakukannya tindakan sirkumsisi tersebut.
Pemeriksaan Hemoglobin Gratis dan Sosialisasi Pencegahan Anemia pada Remaja Putri Desa Reuleut Timu, Muara Batu Nadira, Cut Sidrah; Rahayu, Mulyati Sri; Sawitri, Harvina; Maulina, Nora; Divaulhaq, Afiqah; Susri, Wendy
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.13314

Abstract

Desa Reuleut Timu merupakan salah satu desa di kabupaten Aceh Utara. Hasil penelitian di salah satu sekolah di Aceh Utara menunjukkan kejadian anemia pada remaja putri masih tinggi. Tidak adanya program pengenalan melalui pemberian informasi dan penyuluhan mengenai anemia pada remaja putri di desa Reuleut Timu bisa jadi sebagai faktor kurangnya pengetahuan mengenai Anemia. Kurangnya kegiatan pemberian informasi yang bekerjasama dengan pihak desa menyebabkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai anemia menjadi minim, sehingga banyak remaja putri yang belum melakukan konsumsi tablet pencegah anemia. Solusi dan metode yang ditawarkan adalah pemeriksaan hemoglobin gratis dan penyuluhan yang dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam dan tim, pemeriksaan hemoglobin gratis, melakukan penyuluhan secara tatap muka dan mengenai pencegahan stunting pada remaja beresiko anemia, memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting pada remaja beresiko anemia melalui video dan penjelasan, menempel poster mengenai dampak stunting pada remaja beresiko anemia di beberapa lokasi tempat berkumpul dan memberikan contoh makanan yang memenuhi gizi remaja sebagai pencegahan stunting pada remaja beresiko anemia. Hasil dan dampak dari pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat terutama remaja putri desa Reulet Timur tentang pentingnya menkonsumsi gizi seimbang dan mengenali tanda dan gejala anemia, meningkatnya kesadaran bagi masyarakat terutama bagi remaja putri agar lebih rutin olahraga dan mengkonsumsi gizi seimbang dalam melakukan kegiatan sehari-hari nya dan masyarakat dan keluarga terdekat mempunyai peran aktif dalam menjaga rutinitas dan kepatuhan melakukan remaja putri dalam mengonsumsi gizi seimbang agar mendapatkan kualitas hidup  yang baik
Sosialisasi Mewaspadai Pola Asuh Buruk Guna Peningkatan Keterampilan Mengasuh Anak di Posyandu Meunasah Mesjid, Lhokseumawe Rahayu, Mulyati Sri; Maulina, Nora; Sawitri, Harvina; Nadira, Cut Sidrah; Surayya, Rahmi
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.13186

Abstract

Pola asuh merupakan suatu proses yang ditunjukan untuk meningkatkan serta mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial, finansial, dan intelektual seorang anak. Pola asuh yang diberikan orangtua kepada anaknya sangat mempengaruhi kepribadian dan perilaku anak untuk perkembangan emosi anak usia dini. Penerapan pola asuh yang tepat untuk anak tidak selalu mudah, sehingga adakalanya tanpa disadari orang tua melakukan kesalahan dalam mengasuh anak. Pola asuh yang buruk justru berdampak terhadap perkembangan fisik dan kepribadian pada anak. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di posyandu meunasah masjid dengan dihadiri oleh 35 orang masyarakat. Solusi yang ditawarkan adalah penyuluhan melalui metode ceramah dan leaflet terkait pola asuh yang  buruk dan  upaya meningkatkan keterampilan mengasuh anak serta pembagian makanan tambahan bagi bayi dan balita. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat terutama ibu  mengenai pola asuh yang tepat serta mewaspadai pola asuh yang buruk dalam pengasuhan anak. Hasil yang didapatkan adalah terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pola asuh sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi.
Pelayanan Kesehatan Katarak di Puskesmas Lhoksukon, Aceh Utara Fonna, Tischa Rahayu; Karimah, Nadia; Putri, Baluqia Iskandar; Rizka, Adi; Fitriany, Julia; Sayuti, Muhammad
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i2.17519

Abstract

Katarak merupakan salah satu dari tiga penyebab utama kebutaan di seluruh dunia. Penyakit ini merupakan penyakit multifaktorial yang memiliki dampak yang besar terhadap produktivitas seseorang. Diperkirakan setiap tahun kasus baru buta akan selalu bertambah sebesar 0,1% dari jumlah penduduk atau kira-kira 250.000 orang setiap tahunnya. Kebutaan yang terjadi akan terus meningkat karena penderita tidak menyadarinya, dan daya penglihatan baru terpengaruh setalah berkembang sekitar 3-5 tahun setelah memasuki stadium kritis. Sehingga dapat disimpulkan katarak merupakan masalah kesehatan masyarakat yang perlu ditangani dengan sungguh-sungguh oleh Pemerintah bersama masyarakat. Artikel ini akan membahas tindakan layanan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Lhoksukon, Aceh, Utara dalam menangani kasus penyakit katarak di lingkungan Lhoksukon. 
Penyuluhan Pengaruh Minyak Jelantah dan Pelatihan Pemeriksaan Kadar Kimia Darah di Desa Keutapang, Syamtalira Aron Z, Khairunnisa; Mellaratna, Wizar Putri; Sofia, Rizka; Rahmayani, Sarah; Vidella, Eva; Verza, Meuthia
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.13719

Abstract

Waste cooking oil is oil derived from plants such as corn oil, vegetable oil, and ghee which has been used as cooking oil and is usually reused for economic reasons. However, when viewed from its chemical composition, used cooking oil contains carcinogenic compounds which occurs during the frying process. The use of used cooking oil can disrupt the body's hemostasis, it can cause many disorders, can increase cholesterol, blood sugar, and uric acid, and can even damage organs. Knowledge about the effects of used cooking oil is expected to be able to change people's lifestyles so that they no longer use used cooking oil. Training on blood chemistry examinations related to cholesterol, uric acid, and blood sugar levels by Cadres in Keutapang Village can help the community and health workers in Keutapang Village as an initial screening to prevent systemic diseases. This activity aims to increase public knowledge regarding the influence of used cooking oil and cadres in Keutapang Village to be able to independently carry out blood chemistry checks for cholesterol, uric acid, and blood sugar levels.
Sosialisasi Kebersihan Lingkungan Sekolah SD Negeri 3 Muara Dua Kota Lhokseumawe Sahputri, Juwita; Mellaratna, Wizar Putri; Z, Khairunnisa; Rizka, Adi; Akbar, Muhammad Khalilul; Topik, Mohammad Mimbar; Surayya, Rahmi; Herlina, Nina
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v1i1.12611

Abstract

Sekolahku bersih, sekolahku sehat/SEHATI merupakan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Malikussaleh (UNIMAL). Kebersihan lingkungan sekolah menjadi faktor penting demi menjaga kesehatan dan  kenyamanan siswa/i dalam belajar. Oleh karena itu, kepedulian mengenai pola hidup bersih dan sehat harus semakin digalakkan. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah bentuk perwujudan orientasi hidup sehat dalam budaya perorangan, keluarga, masyarakat, yang bertujuan meningkatkan, memelihara, dan melindungi kesehatan secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial. Dengan fokus sosialisasi meningkatkan kepedulian akan kebersihan lingkungan sekolah, diharapkan bisa menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sehingga dapat mendukung kelancaran proses belajar mengajar. Peserta sosialisasi adalah siswa/i kelas 3 dan 4                         SD Negeri 3 Muara Dua yang berjumlah 34 anak. Sosialisasi ini berisi penjelasan mengenai cara menjaga lingkungan sekolah dan penyakit yang bisa timbul apabila lingkungan sekolah tersebut tidak terjaga kebersihkan lingkungannya. Sosialisasi ini juga dibarengi dengan aksi nyata membersihkan lingkungan.
Aktivitas Fisik untuk Mengurangi Nyeri Sendi: Edukasi dan Praktik di Komunitas Yusnaini, Rika; Iskandar, Iskandar; Junaidi, Junaidi; Erithrina, Erithrina; Nurazzahra, Nurazzahra; Fiddah, Suril
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v1i1.19239

Abstract

Aktivitas fisik merupakan salah satu intervensi non-farmakologi yang efektif dalam mencegah dan mengatasi penyakit persendian seperti artritis, osteoartritis, dan artritis gout. Laporan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya aktivitas fisik dalam menjaga kesehatan sendi serta mengurangi gejala nyeri persendian. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui program penyuluhan dan pelatihan aktivitas fisik yang sesuai untuk penderita penyakit persendian. Program ini melibatkan sesi edukasi tentang berbagai jenis aktivitas fisik yang aman, seperti latihan aerobik ringan, latihan penguatan otot, latihan fleksibilitas, dan keseimbangan, yang diadaptasi sesuai dengan kondisi persendian. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya aktivitas fisik dalam mendukung kesehatan sendi. Peserta juga melaporkan terbuka wawasan tentang manfaat dan mampu menyebutkan contoh aktivitas fisik yang dapat dilakukan untuk mencegah rasa kaku dan nyeri akibat penyakit persendian. Dengan mempraktikkan aktivitas fisik yang terarah, masyarakat dapat mengurangi ketergantungan pada terapi farmakologi, menjaga fungsi sendi, dan meningkatkan kualitas hidup. Edukasi dan pelatihan aktivitas fisik berbasis komunitas ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dan berkelanjutan dalam manajemen penyakit persendian. Kedepannya, program serupa perlu diterapkan secara lebih luas untuk mendorong penerapan gaya hidup aktif dan sehat dikalangan masyarakat yang berisiko tinggi terhadap penyakit persendian.
Edukasi Mitigasi Bencana Melalui Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Bagi Siswa Sekolah Dasar Rahayu, Mulyati Sri; Utariningsih, Wheny; Wahyuni, Sri
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i2.15989

Abstract

Jalur Ring of Fire menimbulkan beberapa bencana salah satunya yaitu bencana alam gempa bumi yang sering terjadi di negara Indonesia termasuk Aceh.  Kerentanan pada anak-anak terhadap bencana terjadi dikarenakan keterbatasan pemahaman tentang risiko-risiko di sekeliling mereka yang berakibat tidak adanya kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi suatu bencana. Hal ini menunjukkan perlu adanya pengetahuan tentang bencana dan pengurangan risiko bencana sejak dini pada anak untuk dapat memberikan pemahaman dan pengarahan langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadinya suatu ancaman bencana yang ada disekitar mereka. Oleh karena itu, sosialisasi terhadap mitiigasi bencana gempa bumi penting dilakukan sejak dini untuk memperkecil risiko menjadi korban melalui pendidikan bencana di sekolah. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SD Negeri 6 Banda Sakti Lhokseumawe melibatkan siswa dan para guru. Solusi yang ditawarkan adalah penyuluhan melalui metode ceramah, video animasi dan leaflet terkait kesiapsiagaan bencana gempa bumi. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah menambah pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan langkah-langkah penyelamatan diri bila tiba-tiba terjadi gempa bumi. Hasil yang didapatkan adalah terdapat peningkatan pengetahuan kesiapsiagaan akan bencana gempa bumi bagi siswa sekolah dasar dan guru.
Penyuluhan pada Keluarga tentang Pengawasan Obat Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Gampong Sangget, Pidie Hamdani, Hamdani; Nasution, Decy Erni; Nurlaili, Nurlaili
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.15227

Abstract

Proses penyembuhan orang dengan gangguan jiwa sangatlah memerlukan waktu yang lama tergantung bagaimana cara pengobatan dilakukan. Dukungan sosial keluarga sangat diperlukan bagi pasien gangguan jiwa yang dirawat di rumah. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 300.000 sampel rumah tangga (1.2 juta jiwa) di 34 provinsi di Indonesia, Aceh menempati urutan ke 4 (empat) terbanyak yang memiliki penderita Skizofrenia yang diperkirakan sekitar 18.000 jiwa. Dari data tersebut diperlukan penyuluhan tentang bagaimana pengawasan obat pada orang dengan gangguan jiwa. Perumusan masalah pada penyuluhan dengan keluarga tentang pengawasan obat pada pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 4 Januari 2024 dengan menguji tingkat pengetahuan keluarga melalui pretes dengan10 pertanyaan,dilanjutkan dengan penyuluhan dan dilakukan Posttes pada ibu untuk melihat bagaimana pengetahuan keluarga  setelah dilakukan penyuluhan. Hasil Pretest tingkat pengetahuan keluarga diperoleh pengetahuan kurang sebanyak 19 orang, pengetahuan baik 6 orang sedangkan hasil sesudah dilakukan sosialisasi didapatkan pengetahuan kurang sebanyak 7 orang, pengetahuan baik 18 orang. Dari peningkatan hasil ini menunjukkan satu indikator bahwa keluarga orang dengan gangguan jiwa sudah mengetahui dengan baik hal-hal yang terkait dengan pengawasan minum obat yang harus dikonsumsi selama kesembuhan

Page 1 of 4 | Total Record : 37