Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi efektivitas pengendalian biaya operasional serta mengidentifikasi dampak langsung dari pembengkakan biaya terhadap kinerja keuangan pada Laporan Laba Rugi PT. Anugerah Aman Sentosa, sebuah perusahaan jasa penyedia tenaga kerja (outsourcing). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis varians antara anggaran dan realisasi pengeluaran pada tahun berjalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian pada pos beban gaji karyawan berjalan sangat efektif karena didukung sistem absensi digital dan kontrak terintegrasi (varians hanya 1,10%). Efisiensi semu juga terlihat pada pos fee pendapatan yang terletak pada direct cost seperti biaya gaji dan seragam selaras dengan menurunnya manajemen fee (Pendapatan). Ditentukan jumlah tenaga kerja yang ditempatkan. Menurunnya jumlah tenaga kerja maka akan mengurangi jumlah pendapatan dan menurunkan biaya gaji dan semua biaya terkait dengan keternagakerjaan. Namun, kendala serius ditemukan pada pos pengadaan seragam kerja karyawan lapangan yang mengalami pembengkakan anggaran (unfavorable variance) sangat masif sebesar 27,62% akibat tingginya angka turnover karyawan dan lemahnya mekanisme pengembalian inventaris. Kenaikan tidak terkendali pada pos biaya ini, bersama dengan biaya administrasi lainnya, memberikan dampak buruk yang signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Akumulasi total biaya operasional melonjak hingga Rp 5.715.000.000 (101,87%), yang pada akhirnya menggerus profitabilitas dan menyebabkan laba operasional bersih perusahaan jatuh bebas sebesar 13,71% dari target yang diharapkan. Penelitian ini merekomendasikan manajemen untuk memperketat SOP klausul retensi perlengkapan kerja, beralih ke metode flexible budgeting, serta mengoptimalkan siklus pelaporan varians bulanan guna meminimalkan kebocoran dana dan menjaga stabilitas margin laba bersih perusahaan.
Copyrights © 2026