Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

CREATIVITY INNOVATION OF MOTIVATIONAL T-SHIRTS AT “M T-SHIRT” SURABAYA Giri Pamungkas; Cahaya Adinda Putri Ayu; Lidya Putri Nanda; M. Afif Sholehuddin; Yuli Kurniawati
Jurnal Revenue : Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Revenue : Jurnal Ilmiah Akuntansi
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/rev.v3i1.79

Abstract

This study aims to describe the creativity designed for the invention of motivational t-shirts at "M T-Shirt" Surabaya. This type of research is descriptive using a qualitative paradigm. Data were analysed using domain analysis and taxonomic analysis. What will happen is the research finds that the inventions made by the "M T-Shirt" are emphasized in the creativity designed for the "M T-Shirt" T-shirt. The creativity used by "M T-Shirt" is to use interesting motivational words. As a result, the owner of this "M T-Shirt" is looking for new perspectives on popular figures. The creativity was applied to the "M T-Shirt" t-shirt design in the form of a theme that motivates all circles. This theme aims to attract consumers
PEMASARAN ONLINE TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN USAHA RUJAK CIRENG DAN CIMOL QUEEN'S Hana Agustina Dewi; Dini Siti Nurhikmah; Yuli Kurniawati
Jurnal Revenue : Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Revenue : Jurnal Ilmiah Akuntansi
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/rev.v3i1.81

Abstract

The growth of the culinary business in Indonesia is currently growing rapidly, this growth is marked by the many new innovations from each region of each of these culinary products. High competition in the end raises a problem that is often faced by companies, namely the company has not been able to provide the maximum satisfaction that is really expected by consumers. There are many ways that can be achieved by companies to increase customer satisfaction, for example by paying attention to the factors of Product Quality and Service Quality provided by the company. One of the culinary fields that are currently loved by the Indonesian people are cireng and cimol. This study aims to determine consumer responses to the 4P marketing mix (product, price, location, promotion) at CIRENG AND CIMOL QUEEN'S, Surabaya. Where it is hoped that through this research can further improve the marketing mix of Cireng and Cimol to its customers. 4P Marketing Strategy (Product, Price, Place, Promotion): The results of the research through analysis describe descriptively that consumers have a variety of product factors including taste variants, content variants and packaging variants. Then Price is based on portion, price and quantity. While the action is in progress Discounts, freebies, coupons, extra portions and freebies. during place based on concept and time of sale
Analisis Pencatatan Penjualan Tunai di Ave Motor: Evaluasi Sistem Dan Pengendalian Internal Lusi wahyu Wulandari; Yuli Kurniawati
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam sistem pencatatan penjualan tunai yang diterapkan di Ave Motor, sebuah perusahaan yang fokus pada penjualan suku cadang sepeda motor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, wawancara semi-terstruktur dengan admin dan pengelola toko, serta dokumentasi catatan transaksi selama periode magang. Penelitian menunjukkan bahwa Ave Motor telah memakai sistem yang berbasis server untuk mencatat data penting, dan Microsoft Excel digunakan sebagai alat untuk merangkum laporan harian. Meskipun sistem tersebut sudah berjalan, terdapat empat masalah struktural yang dapat mengurangi kualitas data keuangan, yaitu: kesalahan dalam memasukkan data karena tidak adanya validasi otomatis, keterlambatan dalam mencatat transaksi saat jam sibuk, perbedaan antara jumlah uang tunai yang ada dan data yang tercatat, serta ketergantungan yang tinggi pada keakuratan satu orang admin. Evaluasi sistem berkaitan dengan Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas yang Tidak Memiliki Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) serta prinsip-prinsip pengendalian internal. Ini menunjukkan bahwa sistem itu belum sepenuhnya memenuhi standar keandalan dan pemisahan fungsi. Penelitian ini menyarankan untuk menerapkan prosedur pemeriksaan ganda yang telah distandarisasi, memperbaiki format Microsoft Excel dengan rumus validasi otomatis, memberikan pelatihan rutin untuk staf administrasi, serta mengembangkan sistem kasir yang lebih terintegrasi berbasis Point of Sale (POS). Semua ini dimaksudkan untuk membantu memastikan bahwa pencatatan jangka panjang dilakukan dengan tepat dan bertanggung jawab.
Optimalisasi Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada Perusahaan melalui Digitalisasi Administrasi Perpajakan Michelle Anggono; Yuli Kurniawati
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.11140

Abstract

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan salah satu komponen penerimaan negara yang berperan penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan di Indonesia. Perkembangan sistem administrasi perpajakan berbasis digital mendorong perusahaan untuk melaksanakan kewajiban pelaporan PPN secara lebih tepat, akurat, dan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana digitalisasi administrasi perpajakan berkontribusi terhadap optimalisasi pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada perusahaan serta faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur terhadap berbagai regulasi dan referensi ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem digital seperti e-Faktur dan Coretax mampu meningkatkan efektivitas administrasi perpajakan, memperbaiki kualitas data, serta mendukung proses pelaporan pajak yang lebih efisien. Meskipun demikian, perusahaan masih menghadapi beberapa hambatan, antara lain kesalahan penginputan data, keterlambatan pelaporan, perubahan regulasi, dan kesiapan sistem internal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengendalian internal, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta optimalisasi teknologi informasi agar kepatuhan pelaporan PPN dapat terus ditingkatkan.
Tax Digitalization, Final Tax Incentives, And Sanctions Toward MSME Tax Compliance: Tax Digitalization, Final Tax Incentives, and Sanctions: Their Impact on MSME Tax Compliance Nindya Kartika Kusmayati; Yuli Kurniawati; Nunuk Latifah; Bayu Agus Permadi; Dini Febriani
JAMI: Jurnal Ahli Muda Indonesia Vol. 7 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46510/jami.v7i1.409

Abstract

Backgrounds. This study aims to examine the impact of tax digitalization, final income tax incentives, and tax penalties on the tax compliance of small and medium enterprises (SMEs) in Lamongan Regency.Methods. The research subjects consist of small and medium enterprises (SMEs) in Lamongan Regency. Primary data were collected from 95 SME taxpayers using a structured questionnaire distributed online via Google Forms. The respondents were SME owners or managers who are registered as taxpayers and actively operate their businesses. The sampling technique applied in this study was purposive sampling, with respondents selected based on their relevance to the research objectives. This study employs a quantitative approach using a survey method. Data were analyzed using SPSS version 25.0 with multiple linear regression analysis.Results. The findings indicate that tax penalties have a positive effect on SME tax compliance. However, tax digitalization and final income tax incentives do not have a significant effect on compliance levels. Simultaneously, the three variables collectively influence SME tax complianceConclusions. The study concludes that although not all tax policy instruments individually have a significant impact, a comprehensive and well-designed tax policy framework remains essential for strengthening tax compliance among SMEs.
Analisis Penerapan Akuntansi Berbasis Kas dalam Penyusunan LRA pada Disperindag Prov Jatim Javier Aquino; Yuli Kurniawati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10792

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis penggunaan akuntansi berbasis kas dalam penyusunan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi, serta menggambarkan apa saja upaya penanganan yang perlu dilakukan. Penelitian ini memakai metode kualitatif deskriptif yang dimana menggunakan metode studi kasus tunggal. Data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi tersruktur, pengamatan partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap LRA Tahun Anggaran 2023 – 2024. Narasumber yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari empat orang yang terlibat langsung dalam siklus akuntansi dan pembuatan pelaporan keuangan. Analisis data dilakukan dengan metode Interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, serta triangulasi sumber juga teknik untuk memastikan keakuratan sebuah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya penerapan akuntansi berbasis kas telah dilaksanakan melalui empat tahapan terstruktur, yaitu penatausahaan, pencatatan, rekonsiliasi, dan penyusunan laporan keuangan, yang semuanya telah sesuai dengan PSAP Nomor 02. Klasifikasi dan penyajian pos – pos dalam LRA juga telah memenuhi ketentuan yang berlaku, meskipun terdapat saatu kasus kesalahan klasifikasi belanja yang kemudian dikoreksi. Kendala utama yang dihadapi adalah ketidakstabilan server SIPD, terutama pada akhir bulan Ketika volume transaksi meningkat secara signifikan. Upaya penanganan dilakukan melalui bimbingan teknis, pencatatan transaksi secara rutin harian, dan koordinasi aktif dengan BPKAD. Secara keseluruhan, kualitas LRA Disperindag berkontribusi terhadap diperolehnya sebuah pengakuan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur selama dua tahun berturut – turut, yaitu Tahun Anggaran 2023 dan 2024.
Pengaruh Sistem Penggajian Berbasis Insentif, Jam Kerja dan Kehadiran terhadap Kinerja Karyawan PT. Kimia Plastikindo Perkasa dan PT. Labelindo Perkasa Diajeng Cinta Dewi Ambarani; Yuli Kurniawati; Gusti Muchran Noor
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem penggajian berbasis insentif, jam kerja, dan kehadiran terhadap kinerja karyawan pada PT Kimia Plastikindo Perkasa dan PT Labelindo Perkasa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori untuk menguji hubungan antara variabel independen dan kinerja karyawan sebagai variabel dependen. Populasi penelitian berjumlah 46 karyawan, sedangkan sampel ditetapkan sebanyak 41 responden menggunakan rumus Slovin. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Tahapan analisis meliputi uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penggajian berbasis insentif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai signifikansi 0,015. Sistem penggajian berbasis jam kerja juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai signifikansi 0,003, sedangkan sistem penggajian berbasis kehadiran berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai signifikansi 0,049. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai adjusted R-squared sebesar 0,845 menunjukkan bahwa 84,5% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh sistem penggajian berbasis insentif, jam kerja, dan kehadiran. Temuan ini menegaskan bahwa sistem penggajian yang adil, transparan, dan proporsional dapat memperkuat motivasi, kedisiplinan, serta produktivitas karyawan, sekaligus mendukung keunggulan kompetitif perusahaan berdasarkan perspektif Resource-Based View.
Analisis Efektivitas Pengendalian Biaya Operasional pada Perusahaan Jasa di PT. Anugerah Aman Sentosa Meysa Manghesti Fayakun Dwi L; Yuli Kurniawati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi efektivitas pengendalian biaya operasional serta mengidentifikasi dampak langsung dari pembengkakan biaya terhadap kinerja keuangan pada Laporan Laba Rugi PT. Anugerah Aman Sentosa, sebuah perusahaan jasa penyedia tenaga kerja (outsourcing). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis varians antara anggaran dan realisasi pengeluaran pada tahun berjalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian pada pos beban gaji karyawan berjalan sangat efektif karena didukung sistem absensi digital dan kontrak terintegrasi (varians hanya 1,10%). Efisiensi semu juga terlihat pada pos fee pendapatan yang terletak pada direct cost seperti biaya gaji dan seragam selaras dengan menurunnya manajemen fee (Pendapatan). Ditentukan jumlah tenaga kerja yang ditempatkan. Menurunnya jumlah tenaga kerja maka akan mengurangi jumlah pendapatan dan menurunkan biaya gaji dan semua biaya terkait dengan keternagakerjaan. Namun, kendala serius ditemukan pada pos pengadaan seragam kerja karyawan lapangan yang mengalami pembengkakan anggaran (unfavorable variance) sangat masif sebesar 27,62% akibat tingginya angka turnover karyawan dan lemahnya mekanisme pengembalian inventaris. Kenaikan tidak terkendali pada pos biaya ini, bersama dengan biaya administrasi lainnya, memberikan dampak buruk yang signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Akumulasi total biaya operasional melonjak hingga Rp 5.715.000.000 (101,87%), yang pada akhirnya menggerus profitabilitas dan menyebabkan laba operasional bersih perusahaan jatuh bebas sebesar 13,71% dari target yang diharapkan. Penelitian ini merekomendasikan manajemen untuk memperketat SOP klausul retensi perlengkapan kerja, beralih ke metode flexible budgeting, serta mengoptimalkan siklus pelaporan varians bulanan guna meminimalkan kebocoran dana dan menjaga stabilitas margin laba bersih perusahaan.