Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh live streaming shopping dan affiliate marketing terhadap keputusan pembelian produk pada TikTok Shop, sekaligus menguji kemampuan kedua variabel tersebut dalam menjelaskan keputusan pembelian pengguna TikTok Shop di Kelurahan Pagar Alam, Kota Pagar Alam. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat asosiatif dengan metode survei. Populasi berjumlah 8.926 orang dan sampel sebanyak 99 responden ditentukan melalui rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa live streaming shopping berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (β = 0,473; t = 5,567; p = 0,000), demikian pula affiliate marketing (β = 0,396; t = 4,429; p = 0,000). Nilai R-Square sebesar 0,588 menunjukkan bahwa kedua variabel secara bersama-sama menjelaskan 58,8% keputusan pembelian, sedangkan 41,2% sisanya dijelaskan oleh variabel di luar model. Nilai f-square mengungkap bahwa live streaming shopping (f² = 0,377) memberikan kontribusi yang lebih dominan dibandingkan dengan affiliate marketing (f² = 0,264), sehingga pengalaman belanja interaktif secara langsung terbukti lebih menentukan daripada rekomendasi afiliasi. Keterbatasan penelitian – Keterbatasan penelitian ini terletak pada cakupan sampel yang terbatas pada satu kelurahan dan hanya melibatkan dua variabel prediktor, sehingga generalisasi temuan perlu dilakukan secara hati-hati. Implikasi – Implikasi penelitian menyarankan agar pelaku usaha dan afiliator di TikTok Shop memprioritaskan kualitas interaksi dan penyajian produk selama siaran langsung, serta memperkuat kredibilitas afiliasi sebagai strategi pendukung untuk mendorong keputusan pembelian. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian kedua variabel secara simultan dalam konteks konsumen daerah non-metropolitan di Indonesia, yang selama ini masih jarang diteliti dibandingkan dengan populasi perkotaan maupun mahasiswa.
Copyrights © 2026