Medi Triawan
Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Lembah Dempo, Kota Pagar Alam, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh live streaming shopping dan affiliate marketing terhadap keputusan pembelian produk pada TikTok Shop di Kelurahan Pagar Alam, Kota Pagar Alam Danu Meidarza Farsiwarsa; Sastra Mico; Medi Triawan
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 4 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1345

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh live streaming shopping dan affiliate marketing terhadap keputusan pembelian produk pada TikTok Shop, sekaligus menguji kemampuan kedua variabel tersebut dalam menjelaskan keputusan pembelian pengguna TikTok Shop di Kelurahan Pagar Alam, Kota Pagar Alam. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat asosiatif dengan metode survei. Populasi berjumlah 8.926 orang dan sampel sebanyak 99 responden ditentukan melalui rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa live streaming shopping berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (β = 0,473; t = 5,567; p = 0,000), demikian pula affiliate marketing (β = 0,396; t = 4,429; p = 0,000). Nilai R-Square sebesar 0,588 menunjukkan bahwa kedua variabel secara bersama-sama menjelaskan 58,8% keputusan pembelian, sedangkan 41,2% sisanya dijelaskan oleh variabel di luar model. Nilai f-square mengungkap bahwa live streaming shopping (f² = 0,377) memberikan kontribusi yang lebih dominan dibandingkan dengan affiliate marketing (f² = 0,264), sehingga pengalaman belanja interaktif secara langsung terbukti lebih menentukan daripada rekomendasi afiliasi. Keterbatasan penelitian – Keterbatasan penelitian ini terletak pada cakupan sampel yang terbatas pada satu kelurahan dan hanya melibatkan dua variabel prediktor, sehingga generalisasi temuan perlu dilakukan secara hati-hati. Implikasi – Implikasi penelitian menyarankan agar pelaku usaha dan afiliator di TikTok Shop memprioritaskan kualitas interaksi dan penyajian produk selama siaran langsung, serta memperkuat kredibilitas afiliasi sebagai strategi pendukung untuk mendorong keputusan pembelian. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian kedua variabel secara simultan dalam konteks konsumen daerah non-metropolitan di Indonesia, yang selama ini masih jarang diteliti dibandingkan dengan populasi perkotaan maupun mahasiswa.
Pengaruh content marketing dan customer experience terhadap keputusan pembelian konsumen Momoyo di Kota Pagar Alam Rolan Fareza; Sastra Mico; Medi Triawan
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 4 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1353

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh content marketing dan customer experience terhadap keputusan pembelian konsumen Momoyo di Kota Pagar Alam, baik secara parsial maupun simultan. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Sampel sebanyak 97 responden ditentukan melalui rumus Cochran dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan SPSS versi 26 melalui uji validitas, reliabilitas, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Temuan – Content marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (β = 0,217; t = 3,569; p = 0,001), demikian pula customer experience (β = 0,295; t = 4,578; p = 0,000). Secara simultan keduanya berpengaruh signifikan (F = 121,927; p = 0,000) dengan koefisien determinasi 72,2%. Koefisien customer experience yang lebih besar menunjukkan pengalaman langsung di gerai lebih menentukan keputusan pembelian dibandingkan konten digital. Keterbatasan penelitian – Penelitian hanya menguji dua variabel independen pada satu gerai dengan 97 responden dan menggunakan tingkat toleransi kesalahan 10%, sehingga daya generalisasi dan ketepatan statistiknya terbatas. Implikasi – Momoyo disarankan memprioritaskan penguatan customer experience di titik interaksi fisik—kecepatan pelayanan, kenyamanan gerai, dan kemudahan pembayaran—sebagai pengungkit utama, sementara content marketing diposisikan sebagai penarik minat awal yang mengarahkan konsumen ke gerai. Kebaruan – Penelitian ini menempatkan content marketing dan customer experience dalam satu model pada konteks gerai es krim dan minuman di kota kecil dengan konsumen didominasi generasi muda—segmen yang menjembatani pemasaran digital dan pengalaman luring, yang masih jarang diuji secara simultan dibandingkan konteks e-commerce maupun ritel perkotaan.