Jurnal Cakrawala Ilmiah
Vol. 5 No. 12 (2026): Agustus 2026

TANGGUNG JAWAB PERBANKAN TERHADAP PEMBOBOLAN REKENING NASABAH MELALUI INTERNET BANKING: ANALISIS YURIDIS PERLINDUNGAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA DI INDONESIA

Danang Catur Wahyu Wijayanto (Universitas Surakarta)
Agus Supriyanto (Universitas Surakarta)
Arie Purnomosidi (Universitas Surakarta)



Article Info

Publish Date
11 Aug 2026

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong industri perbankan untuk menyediakan layanan internet banking sebagai solusi transaksi yang efisien, fleksibel, dan dapat diakses selama 24 jam. Namun, inovasi ini membuka celah bagi kejahatan siber (cybercrime) seperti phishing, keylogger, dan malware yang berpotensi menyebabkan kerugian finansial dan privasi bagi nasabah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi nasabah serta upaya hukum yang dapat ditempuh akibat terjadinya kerugian pada transaksi internet banking di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertanggungjawaban bank saat ini masih didasarkan pada prinsip kesalahan (fault-based liability) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, serta diperlemah oleh dominasi klausula baku dalam perjanjian. Upaya penyelesaian sengketa dapat ditempuh melalui jalur non-litigasi seperti Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dan Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Perbankan Indonesia (LAPSPI), maupun melalui litigasi di Pengadilan Negeri. Artikel ini merekomendasikan perlunya regulasi khusus yang mengatur layanan perbankan digital dan penerapan prinsip tanggung jawab mutlak (strict liability) guna memberikan kepastian hukum yang lebih adil bagi nasabah.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JCI

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Public Health Social Sciences Other

Description

Digitalisasi eknomi menembus batas wilayah negara dan kedaulatan ekonomi yang dapat saja menjadi peluang atau ancaman. Digitalisasi tidak bisa dihindari, tetap permsalahan utamanya adalah bagaimana negara ini harus dapat merumuskan kebijakan agar masyarakat kita jangan hanya menjadi sapi perahan ...