Produksi kakao (Theobroma cacao L.) di Kabupaten Kolaka Utara cenderung menurun, yang diduga berkaitan dengan meningkatnya serangan hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis hama dan penyakit utama serta mengevaluasi dampaknya terhadap penurunan produksi kakao di Desa Batu Putih, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan pada 30 pohon sampel per kebun (metode diagonal, tiga stasiun), wawancara dengan kuesioner terstruktur terhadap 25 petani, serta data sekunder dari instansi terkait. Intensitas serangan dihitung dengan rumus perbandingan bagian tanaman terserang terhadap total yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produksi kakao sebesar 600 kg/ha, dengan 68% petani menghasilkan kurang dari 1 ton/ha dan 32% menghasilkan 1–2 ton/ha. Hama yang ditemukan yaitu penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella) dengan tingkat kejadian 100% dan intensitas serangan 40% (sedang), serta kepik penghisap buah (Helopeltis spp.) sebesar 60% dengan intensitas 39% (sedang). Penyakit yang ditemukan meliputi busuk buah (kejadian 100%, intensitas 40%, sedang), kanker batang (64%, 26%, sedang), VSD (20%, 35%, sedang), dan antraknosa (4%, 0,4%, ringan). Serangan tersebut berdampak nyata terhadap penurunan produksi, di mana 72% petani mengalami penurunan sebesar 10–30% dan sebagian mengalami penurunan lebih dari 50%.
Copyrights © 2024