Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksplorasi Cendawan Filosfer yang Berasosiasi dengan Tanaman Jagung (Zea mays L.): Exploration of Philospheric Fungi Associated with Corn Plants (Zea mays L.) Paradillah Ilyas Mattola; Nurasiah Djaenuddin; Rahmi Azizah Mudaffar; M. Kurniawan; Ayuni Jamil; Rahman Hairuddin
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 2 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/d7jv4047

Abstract

Filosfer merupakan seluruh permukaan bagian  tanaman, terutama daun yang menjadi tempat kolonisasi beragam mikroorganisme. Diantara beberapa jenis mikroba filosfer, cendawan memiliki beberapa peran penting karena dapat ditemukan dalam bentuk cendawan epifitik pada permukaan daun maupun cendawan endofotik di dalam jaringan daun. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan isolat cendawan filosfer daun pada jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Mungkajang Kota Palopo untuk pengambilan sampel dan dilanjutkan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Andi Djemma, Identifikasi dilakukan di Laboratorium Penyakit Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Serealia Maros. Dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2025. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi, dengan menginventarisasi cendawan yang terdapat pada filosfer tanaman jagung. Sampel daun tanaman jagung yang sehat dipotong sepanjang 0,5 cm dan dimasukkan ke dalam wadah steril 10 ml lalu diberi label. Cendawan yang tumbuh disekitar potongan daun yang ditanam pada media PDA, kemudian dilakukan purifikasi untuk mendapat koloni murni, kemudian diidentifikasi dengan menggunakan kunci identifikasi jamur menggunakan buku Illustrated Genera of Imperfect Fungi 4th Edition karya Barnett dan Hunter (1998) sampai tingkat genus. Hasil eksplorasi cendawan filosfer pada tanaman jagung didapatkan 10 isolat cendawan yang dikelompokkan menjadi tiga genus yaitu Penicillium sp., Aspergillus sp., dan Culvularia sp. The phyllosphere is the entire surface of the plant, especially the leaves, which are the colonization sites for various microorganisms. Among several types of phyllosphere microbes, fungi have several important roles because they can be found in the form of epiphytic fungi on the leaf surface and endophytic fungi in leaf tissue. The purpose of this study was to obtain isolates of leaf phyllosphere fungi in corn. This study was conducted in Mungkajang District, Palopo City for sampling and continued at the Laboratory of the Faculty of Agriculture, Andi Djemma University. Identification was carried out at the Disease Laboratory of the Maros Cereal Plant Instrument Standard Testing Center. It was carried out from May to August 2025. This study used an exploratory method, by inventorying fungi found in the phyllosphere of corn plants. Healthy corn leaf samples were cut 0.5 cm long and placed into sterile 10 ml containers and then labeled. Fungi growing around leaf cuttings planted on PDA media were then purified to obtain pure colonies, then identified using the fungal identification key using the book Illustrated Genera of Imperfect Fungi 4th Edition by Barnett and Hunter (1998) to the genus level. The results of the exploration of phyllosphere fungi in corn plants obtained 10 fungal isolates grouped into three genera, namely Penicillium sp., Aspergillus sp., and Culvularia sp.
Evaluasi Dampak Hama dan Penyakit terhadap Penurunan Produksi Kakao (Theobroma cacao L.) di Desa Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara Darwis; Sukriming Sapareng; Paradillah Ilyas Mattola
Journal TABARO Agriculture Science Vol. 8 No. 2: DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/skv90003

Abstract

Produksi kakao (Theobroma cacao L.) di Kabupaten Kolaka Utara cenderung menurun, yang diduga berkaitan dengan meningkatnya serangan hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis hama dan penyakit utama serta mengevaluasi dampaknya terhadap penurunan produksi kakao di Desa Batu Putih, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan pada 30 pohon sampel per kebun (metode diagonal, tiga stasiun), wawancara dengan kuesioner terstruktur terhadap 25 petani, serta data sekunder dari instansi terkait. Intensitas serangan dihitung dengan rumus perbandingan bagian tanaman terserang terhadap total yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produksi kakao sebesar 600 kg/ha, dengan 68% petani menghasilkan kurang dari 1 ton/ha dan 32% menghasilkan 1–2 ton/ha. Hama yang ditemukan yaitu penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella) dengan tingkat kejadian 100% dan intensitas serangan 40% (sedang), serta kepik penghisap buah (Helopeltis spp.) sebesar 60% dengan intensitas 39% (sedang). Penyakit yang ditemukan meliputi busuk buah (kejadian 100%, intensitas 40%, sedang), kanker batang (64%, 26%, sedang), VSD (20%, 35%, sedang), dan antraknosa (4%, 0,4%, ringan). Serangan tersebut berdampak nyata terhadap penurunan produksi, di mana 72% petani mengalami penurunan sebesar 10–30% dan sebagian mengalami penurunan lebih dari 50%.