Pelayanan pendaftaran merupakan tahapan awal yang menentukan efektivitas layanan kesehatan di puskesmas. Tingginya jumlah kunjungan pasien sering menyebabkan antrean panjang yang berdampak pada meningkatnya waktu tunggu dan menurunkan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem antrean serta menentukan jumlah fasilitas pelayanan yang optimal pada loket pendaftaran Puskesmas Jumapolo menggunakan pendekatan teori antrean (Queueing Theory). Penelitian menerapkan model Multi Channel–Single Phase (M/M/s) dengan disiplin antrean First Come First Served (FCFS). Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui observasi langsung terhadap 100 pasien pada loket pendaftaran. Analisis dilakukan dengan menghitung tingkat kedatangan pasien, tingkat pelayanan, kondisi steady state, probabilitas sistem kosong, rata-rata jumlah pasien dalam sistem (Ls), rata-rata jumlah pasien dalam antrean (Lq), rata-rata waktu dalam sistem (Ws), serta rata-rata waktu tunggu dalam antrean (Wq). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem antrean dengan dua loket belum sepenuhnya optimal karena rata-rata waktu pasien berada dalam sistem mencapai 6 menit 32 detik, melebihi standar pelayanan lima menit, meskipun rata-rata waktu tunggu dalam antrean sebesar 3 menit 4 detik masih memenuhi standar. Simulasi penambahan menjadi tiga loket menghasilkan penurunan rata-rata waktu dalam sistem menjadi 3 menit 49 detik dan waktu tunggu antrean menjadi 25 detik, sehingga pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teori antrean dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam optimalisasi kapasitas pelayanan, peningkatan efisiensi operasional, serta peningkatan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Copyrights © 2026