Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedunggaleng, Kabupaten Probolinggo, sering mengalami banjir pada musim hujan akibat tingginya erosi dan angkutan sedimen yang menyebabkan pendangkalan sungai serta menurunkan kapasitas tampungnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis erosi dan sedimen menggunakan model SWAT (Soil and Water Assessment Tool) dengan pendekatan MUSLE (Modified Universal Soil Loss Equation). Hasil pemodelan tahun 2024 menunjukkan laju erosi sebesar 94,542 ton/ha/tahun dan laju sedimen 23,832 ton/ha/tahun. Analisis Indeks Bahaya Erosi (IBE) menunjukkan 40,11% wilayah DAS berada pada kategori bahaya erosi tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, direncanakan delapan bangunan pengendali sedimen (check dam) pada area dengan tingkat bahaya erosi tinggi hingga sangat tinggi. Volume tampungan setiap bangunan berkisar 5120,00 m3 hingga 30913,75 m3 dengan total estimasi biaya pembangunan sebesar Rp49.589.281.400.
Copyrights © 2026