Energi kinetik dari pelimpah bendungan tinggi (Fr₁ > 9) dapat memicu loncatan hidrolik tipe kuat yang mengancam stabilitas struktur hilir. Penelitian ini mengevaluasi kinerja peredam energi USBR Tipe III terhadap usulan desain modifikasi sequent baffle block melalui uji model fisik berskala 1:100 dan simulasi numerik CFD berbasis Volume of Fluid (VOF). Pada kondisi debit ekstrem (21 l/dtk), kolam olak orisinal mengalami fenomena sweep-out yang mengakibatkan turunnya efisiensi peredaman menjadi 11%. Sebaliknya, penambahan sequent baffle block mampu meredam momentum aliran secara terdistribusi, menahan loncatan tetap di dalam kolam, dan mempertahankan efisiensi disipasi energi di angka 40%. Validasi komputasi numerik menunjukkan tingkat presisi yang cukup tinggi dengan Kesalahan Relatif (KR) di bawah 10%, yang secara efektif mengeliminasi bias pengukuran visual pada kondisi buih aerasi yang ada pada pengujian laboratorium.
Copyrights © 2026