Jumlah lansia di dunia tahun 2013 diperkirakan ada 500 juta jiwa dengan usia rata-rata 60 tahun dan pada tahun 2025 diperkirakan jumlah lansia akan mencapai 1,2 milyar jiwa. Masalah utama yang dihadapi lansia adalah masalah psikologis, salah satunya harga diri rendah, disebabkan antara lain karena proses menua, tidak tercapainya tugas dan peran pada fase perkembangan sebelumnya dan perasaan tidak berharga terutama pada lansia yang berada di panti wredha. Salah satu terapi yang dapat diberikan untuk peningkatan harga diri pada lansia adalah terapi kognitif sehingga lansia bisa memperbaiki pikiran negatif yang muncul. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan peningkatan harga diri lansia dengan harga diri rendah setelah dilakukan terapi kognitif. Penelitian dilaksanakan di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar bulan Juni-Juli 2016 dengan desain quasi eksperimental one group pretest-postest. Populasi penelitian ini adalah lansia dengan harga diri rendah dengan jumlah sampel 20 orang. Analisis yang digunakan adalah wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan secara bermakna terhadap harga diri lansia sebelum dan sesudah diberikan terapi dengan p-value 0,000. Disimpulkan bahwa terapi kognitif berpengaruh terhadap peningkatan harga diri lansia di PSTW. Kata Kunci: Terapi kognitif, Harga diri, lansia
Copyrights © 2026