Perkembangan pariwisata berbasis kearifan lokal di Desa Lekuk 50 Tumbi Lempur yang mengangkat tidak terlepas dari dukungan stakeholders yang ada di Desa Lekuk 50 Tumbi Lempur dalam mendukung pengembangan pariwisata. Pola komunikasi dalam mengembangkan destinasi pariwisata di Desa Lekuk 50 Tumbi Lempur merupakan fenomena yang menggambarkan interaksi di antara pemangku kepentingan atau stakeholder, baik secara personal, personal dengan kelompok, kelompok dengan kelompok satu sama lainnya bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama mengembangkan pariwisata berbasis kearifan lokal. Tujuan penelitian untuk mengalisis model komunikasi pengelola wisata dengan stakeholder dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal di Desa Tekuk 50 Tumbi Lempur. Penitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik Pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan model komunikasi konvergensi dalam melihat proses komunikasi pengelola dengan KPA Pencagura, Lembaga Adat, Pegiatn Seni dan Budaya, Home Stay dan Rumah Makan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa proses komunikasi menghasilkan kesepahaman invidual diantara stakeholder, sehingga menjadi kesepahaman bersama, dari sinilah kemudian menjadi kerjabersama dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal di Desa Lekuk 50 Tumbi Lempur.Keywords: communication, kearifan lokal, pariwisata, model komunikasi
Copyrights © 2026