Kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan merupakan unsur penting dalam menjaga kualitas audit, keandalan laporan keuangan, dan kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh etika profesional, kualitas bukti audit, dan beban kerja terhadap kemampuan auditor mendeteksi kecurangan, serta menguji peran tekanan waktu sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 85 auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di wilayah Jakarta Selatan dan terdaftar dalam Direktori Institut Akuntan Publik Indonesia tahun 2025. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling dengan bantuan SmartPLS 4. Evaluasi model pengukuran menunjukkan bahwa seluruh indikator memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Hasil pengujian model struktural menunjukkan bahwa etika profesional dan kualitas bukti audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan auditor mendeteksi kecurangan, sedangkan beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan. Tekanan waktu juga berpengaruh signifikan terhadap kemampuan auditor mendeteksi kecurangan serta terbukti memoderasi hubungan etika profesional, kualitas bukti audit, dan beban kerja dengan kemampuan auditor mendeteksi kecurangan. Nilai R-Square sebesar 0,580 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 58,0% variasi kemampuan auditor mendeteksi kecurangan, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan etika profesional, penyediaan bukti audit yang relevan dan andal, pengaturan beban kerja yang proporsional, serta pengelolaan tekanan waktu yang efektif untuk meningkatkan ketelitian dan kualitas proses audit.
Copyrights © 2026