Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENDAMPINGAN LITERASI PERAN PEREMPUAN PADA PENCATATAN AKUNTANSI RUMAH TANGGA Siti Hartinah; Rindu Ferdina Lestari; Hairul Triwarti; Hamli Syaifullah; Nadia Rahmadhanti; Ajeng Setio Mardiani
Media Resonansi Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2025): Media Resonansi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Taksasila Edukasi Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71312/mrdimas.v1i1.280

Abstract

This community service program aims to enhance household financial literacy, strengthen the role of women in basic financial record-keeping, and introduce the utilization of financial technology (FINTECH) in daily financial management. The target group of this program was a community of housewives located at Jalan Mushollah Nurul Amal, Tangerang, with Ms. Nani Rohaini serving as the main partner. The implementation method was structured into three stages: preparation, execution, and evaluation. The preparation stage involved conducting a preliminary survey, analyzing partner needs, developing educational materials, and assigning tasks among the academic team members. The execution stage was carried out through an interactive lecture method, discussions, practical exercises in daily transaction recording, and the introduction of e-banking and digital wallet services. Evaluation was conducted through direct observation, questionnaires, interviews, and group discussions to assess participants' understanding and the effectiveness of the program. The results demonstrate a significant improvement in participants’ awareness of the importance of systematic financial recording, their ability to create basic household financial records, and their readiness to utilize digital financial services. This program highlights the critical role of empowering women in strengthening family economic resilience through enhanced financial literacy. Future plans include follow-up visits and the development of digital-based learning modules to ensure sustainable impacts. Overall, this community service initiative provides tangible contributions to strengthening household financial management capacity through literacy and technology integration.Keywords: Financial Literacy, Household Accounting Records, Women Empowerment, Financial Technology (FINTECH), Community Service.
Pengaruh Independensi, Skeptisisme Profesional, dan Tekanan Klien terhadap Ketepatan Pemberian Opini dengan Pengalaman Auditor sebagai Variabel Moderasi Nida Zylfa Hardianti; Hairul Triwarti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12368

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh independensi auditor, skeptisisme profesional, dan tekanan klien terhadap ketepatan pemberian opini audit dengan pengalaman auditor sebagai variabel moderasi. Penelitian dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kasus ketidaktepatan opini audit yang menurunkan kepercayaan publik terhadap profesi auditor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer dari 96 auditor pada Kantor Akuntan Publik di DKI Jakarta yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan Partial Least Square (PLS) dengan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa independensi auditor, skeptisisme profesional, dan tekanan klien berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan pemberian opini audit. Pengalaman auditor memperkuat pengaruh independensi, namun memperlemah pengaruh skeptisisme profesional dan tekanan klien. Temuan ini memperkaya literatur mengenai faktor-faktor yang memengaruhi ketepatan pemberian opini audit.
Pengaruh Profitabilitas, Leverage dan Ukuran Perusahaan terhadap Agresivitas Pajak dengan Pengungkapan Laporan Keberlanjutan sebagai Variabel Moderasi (Studi pada Perusahaan Sektor Energi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020-2024) Azzahra Riana Putri; Hairul Triwarti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Profitabilitas, Leverage, dan ukuran perusahaan terhadap agresivitas pajak dengan pengungkapan laporan keberlanjutan sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan (annual report) dan laporan keberlanjutan (sustainability report) perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 42 perusahaan dengan total 210 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan perangkat lunak EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Profitabilitas berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap agresivitas pajak. Leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap agresivitas pajak. Ukuran perusahaan berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap agresivitas pajak. Pengungkapan laporan keberlanjutan berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap agresivitas pajak. Selain itu, pengungkapan laporan keberlanjutan tidak mampu memoderasi pengaruh Profitabilitas, Leverage, maupun ukuran perusahaan terhadap agresivitas pajak. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa Leverage merupakan faktor yang berperan dalam memengaruhi agresivitas pajak pada perusahaan sektor energi, sedangkan Profitabilitas, ukuran perusahaan, serta pengungkapan laporan keberlanjutan belum menjadi faktor yang menentukan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu akuntansi perpajakan serta menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dan regulator dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi agresivitas pajak pada sektor energi.
Peran Tekanan Waktu dalam Memoderasi Pengaruh Etika Profesional, Kualitas Bukti Audit, dan Beban Kerja terhadap Kemampuan Auditor Mendeteksi Kecurangan Safina Hartanti; Hairul Triwarti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12753

Abstract

Kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan merupakan unsur penting dalam menjaga kualitas audit, keandalan laporan keuangan, dan kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh etika profesional, kualitas bukti audit, dan beban kerja terhadap kemampuan auditor mendeteksi kecurangan, serta menguji peran tekanan waktu sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 85 auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di wilayah Jakarta Selatan dan terdaftar dalam Direktori Institut Akuntan Publik Indonesia tahun 2025. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling dengan bantuan SmartPLS 4. Evaluasi model pengukuran menunjukkan bahwa seluruh indikator memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Hasil pengujian model struktural menunjukkan bahwa etika profesional dan kualitas bukti audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan auditor mendeteksi kecurangan, sedangkan beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan. Tekanan waktu juga berpengaruh signifikan terhadap kemampuan auditor mendeteksi kecurangan serta terbukti memoderasi hubungan etika profesional, kualitas bukti audit, dan beban kerja dengan kemampuan auditor mendeteksi kecurangan. Nilai R-Square sebesar 0,580 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 58,0% variasi kemampuan auditor mendeteksi kecurangan, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan etika profesional, penyediaan bukti audit yang relevan dan andal, pengaturan beban kerja yang proporsional, serta pengelolaan tekanan waktu yang efektif untuk meningkatkan ketelitian dan kualitas proses audit.
Pengaruh Independensi Skeptisisme dan Tanggung Jawab terhadap Kemampuan Mendeteksi Kecurangan Dimoderasi Keahlian Fadlian Rafa Prawira; Hairul Triwarti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh independensi, skeptisisme profesional, dan tanggung jawab auditor terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan dengan keahlian auditor sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di Jakarta yang terdaftar di Ikatan Akuntan Publik Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode probabilitas dengan rumus Slovin sehingga diperoleh minimal 99 responden. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square dengan bantuan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skeptisisme profesional dan keahlian auditor berpengaruh positif terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan. Independensi juga berpengaruh positif namun relatif kecil, sedangkan tanggung jawab auditor berpengaruh negatif. Selain itu, keahlian auditor mampu memoderasi hubungan antara skeptisisme profesional dan kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan secara positif, namun memperlemah hubungan independensi serta tanggung jawab auditor terhadap kemampuan tersebut. Temuan ini mengindikasikan pentingnya peningkatan skeptisisme profesional dan keahlian auditor guna meningkatkan efektivitas pendeteksian kecurangan. Oleh karena itu, penguatan kompetensi dan sikap profesional auditor sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas audit secara berkelanjutan dan konsisten dalam berbagai kondisi penugasan audit yang semakin kompleks serta mendukung kepercayaan publik terhadap hasil audit yang dihasilkan oleh auditor independen secara profesional dan objektif tinggi.