JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Vol 6 No 1 (2026): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science

HUBUNGAN KADAR HbA1c DENGAN ESTIMASI LAJU FILTRASI GLOMERULUS DAN MIKROALBUMIN URINE

Meiliza Indriani (+62-813-73-700-200)
Bastian Bastian (Prodi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia)
Juwy Trianes (Prodi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia)
Nur Asini (Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Aisyah Pringsewu, Lampung, Indoensia.)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2026

Abstract

awal, namun hubungan tersebut belum banyak dibuktikan pada populasi laboratorium di Indonesia. Tujuan: Menganalisis hubungan kadar HbA1c dengan estimasi laju filtrasi glomerulus (eGFR) dan kadar mikroalbumin urine. Metode: Penelitian analitik dengan desain potong lintang pada 40 subjek yang menjalani pemeriksaan HbA1c, kreatinin serum, dan mikroalbumin urine. Nilai eGFR dihitung menggunakan persamaan CKD-EPI 2021. Analisis statistik meliputi korelasi Spearman, korelasi parsial, uji Mann-Whitney, Kruskal-Wallis, uji eksak Fisher, regresi linear berganda, regresi logistik, dan analisis kurva ROC. Hasil: Rerata usia subjek 54,77 ± 12,96 tahun dengan 55,0% perempuan. Median HbA1c sebesar 6,20% (IQR 5,51–8,47), rerata eGFR 89,25 ± 19,89 mL/menit/1,73 m², dan median mikroalbumin urine 30,24 mg/dL (IQR 16,12–73,70). Albuminuria ditemukan pada 70,0% subjek, lebih tinggi dibandingkan peningkatan kreatinin serum (37,5%). HbA1c tidak menunjukkan korelasi bermakna dengan eGFR (ρ = +0,044; p = 0,789) maupun mikroalbumin urine (ρ = +0,048; p = 0,769), dengan kemampuan diskriminasi yang rendah (AUC 0,525 dan 0,522). Setelah penyesuaian usia dan jenis kelamin, HbA1c berhubungan positif dengan eGFR (b = +3,64; p = 0,005) dan negatif dengan kreatinin serum (b = −0,058; p = 0,002). Penurunan eGFR dipengaruhi oleh usia ≥60 tahun dan jenis kelamin laki-laki. Kesimpulan: HbA1c tidak dapat digunakan sebagai indikator tunggal penurunan fungsi ginjal tahap awal. Pemeriksaan albuminuria bersama eGFR tetap diperlukan untuk mendeteksi kerusakan ginjal dini.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jmls

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Chemistry Health Professions Immunology & microbiology

Description

This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Parasitology Immunology Serology Virology Bacteriology Toxicology Clinical Chemistry Haematology Food and beverage ...