Program untuk mencegah stunting atau masalah gizi jangka panjang membutuhkan keterlibatan pekerja sosial. Anak yang mengalami kekurangan gizi yang disebabkan oleh stunting dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan mereka. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui cara pekerja sosial untuk membantu program pencegahan stunting. Metode penelitian yang digunakan berdasarkan pendekatan deskriptif kualitatif dari temuan literatur sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pekerja sosial melakukan banyak hal untuk melakukan pencegahan stunting, seperti memberikan edukasi terhadap keluarga, membantu ibu hamil dan menyusui, dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam kesehatan anak. Strategi pencegahan dilaksanakan melalui kerja sama lintas sektor dan dukungan masyarakat. Penyuluhan gizi, pembentukan kelompok pendamping, dan pendampingan keluarga berisiko stunting merupakan contoh praktik pekerja sosial. Keterbatasan sumber daya, stigma negatif terhadap gizi, dan anggaran yang tidak memadai merupakan beberapa tantangan yang dihadapi. Penguatan kolaborasi lintas sektor, optimalisasi sumber daya, serta advokasi kebijakan adalah solusi yang diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Melalui pendekatan yang holistik dan berbasis komunitas, keterlibatan pekerja sosial sangat membantu dalam upaya mencegah stunting di masyarakat. Keberhasilan program pencegahan stunting bergantung pada kerja sama yang efektif antara pekerja sosial, petugas kesehatan, dan masyarakat.
Copyrights © 2026