Penelitian ini memvalidasi ketebalan sedimen dan posisi batuan dasar (basement) di tiga lokasi Cekungan Jakarta menggunakan metode magnetotelurik (MT) berbasis resistivitas batuan. Pengukuran dilakukan di Pademangan, Tangerang Kota, dan Tangerang Selatan. Data diolah menggunakan transformasi fourier, robust processing, seleksi cross-power, dan inversi 1D. Hasil pemodelan menunjukkan batas yang jelas antara sedimen konduktif (<100 ) dan basement resistif (>100 ). Lapisan sedimen tebal mencapai 850 m di Pademangan dengan basement di kedalaman >1.300 m. Titik di Tangerang Kota basement terdeteksi pada >1.400 m, sedangkan di Tangerang Selatan berkisar pada 2.500 – 3.000 m disertai zona konduktif (20 ) di kedalaman 650–950 m yang mengindikasikan struktur patahan jenuh air. Meskipun terdapat error fitting di atas 10% akibat cultural noise perkotaan, keterbatasan model 1D, dan kendala perizinan lahan, tren geometri basement yang dihasilkan terbukti selaras saat dikorelasikan dengan data gaya berat dan HVSR regional penelitian terdahulu.
Copyrights © 2026