Kelompok petambak udang di Desa Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara masih menghadapi kendala dalam pengelolaan tambak akibat pemantauan kualitas air yang dilakukan secara manual dan belum terdokumentasi dengan baik. Kondisi tersebut menyebabkan keterlambatan dalam mendeteksi perubahan kualitas air, kurang optimalnya pemberian pakan, serta meningkatnya risiko penurunan produktivitas budidaya. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas petambak melalui penerapan digitalisasi tambak berbasis aplikasi mobile dan Internet of Things (IoT). olusi yang ditawarkan berupa sistem monitoring kualitas air menggunakan sensor dissolved oxygen (DO), pH, dan suhu yang terintegrasi dengan aplikasi mobile untuk menampilkan data secara real-time, menyimpan riwayat pengukuran, serta memberikan notifikasi ketika parameter berada di luar kisaran optimal. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, instalasi perangkat IoT, pengembangan aplikasi mobile, pelatihan penggunaan sistem, pendampingan, serta pemantauan dan evaluasi. Keberhasilan program diukur melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan petambak, kemampuan memanfaatkan sistem digital dalam pengelolaan tambak, serta efektivitas pemantauan kualitas air sebagai dasar pengambilan keputusan budidaya. Luaran yang dihasilkan berupa sistem digital tambak berbasis mobile dan IoT yang diterapkan pada mitra, peningkatan kapasitas kelompok petambak, publikasi ilmiah pengabdian, serta model pemberdayaan berbasis teknologi informasi yang mendukung budidaya udang produktif, efisien, dan berkelanjutan
Copyrights © 2026