Artikel ini berkontribusi pada diskursus misiologi dengan mendialogkan konsep anugerah umum Herman Bavinck dan pneumatologi fondasional Amos Yong. Penulis membandingkan dua pendekatan misi: pendekatan yang menekankan penebusan atau konversi ranah di luar gereja dan pendekatan yang mengutamakan dialog serta kerja sama dengan komunitas non-Kristen dan non-gerejawi. Karena kedua pendekatan ini sering dibahas tanpa perhatian memadai terhadap dasar teologisnya, artikel ini memetakan perbedaan keduanya dan mengeksplorasi bagaimana masing-masing dapat saling belajar. Anugerah umum Bavinck memberikan perhatian lebih kuat terhadap pengaruh dosa sehingga mendorong keterlibatan yang kritis dalam ranah politik, ekonomi, dan bidang non-gerejawi lainnya. Sementara itu, pneumatologi fondasional Yong menawarkan kriteria untuk membedakan karya Roh di luar batas gerejawi dan mendukung pemahaman misi yang lebih dialogis. Dengan menggunakan konsep “holy envy” Barbara Brown Taylor, artikel ini mengusulkan pertukaran teologis konstruktif yang memadukan discernment, dialog, kerja sama, dan partikularitas Kristen.
Copyrights © 2025