Artikel ini menyelidiki makna istilah prognōsis dan proginōskō yang muncul di 1 Petrus 1:2 dan 1:20. Karena itu, prapengenalan ilahi tidak dapat direduksi menjadi sekadar pengetahuan kognitif sebelum sesuatu terjadi, tetapi harus dipahami secara koheren dalam konteksudi kata tanpa memberi perhatian yang memadai pada analisis konteks dan koherensinya dengan teologi pemilihan dalam surat 1 Petrus sendiri. Karena itu, prapengenalan ilahi tidak dapat direduksi menjadi sekadar pengetahuan kognitif sebelum sesuatu terjadi, tetapi harus dipahami secara koheren dalam konteksulis tentang prapengetahuan ilahi. Artikel ini mengusulkan pemahaman yang komprehensif tentang prapengetahuan ilahi, yaitu pengenalan kovenantal yang telah ditetapkan Allah sejak semula, selaras dengan konteks sastra dan teologis 1 Petrus. Eksegesis ini menunjukkan bahwa gagasan prapengenalan ilahi dalam 1 Petrus berhubungan erat dengan prapenetapan Kristus sebelum penciptaan dunia, tujuan keselamatan Allah yang proaktif, serta kasih perjanjian antara Allah dan umat-Nya melalui Kristus. Karena itu, prapengenalan ilahi tidak dapat direduksi menjadi sekadar pengetahuan kognitif sebelum sesuatu terjadi, tetapi harus dipahami secara koheren dalam konteks sastra dan teologis 1 Petrus.
Copyrights © 2025