Minat belajar siswa merupakan faktor penentu keberhasilan proses pendidikan, khususnya pada satuan pendidikan menengah kejuruan yang berada di daerah dengan karakteristik geografis dan sosial ekonomi menantang. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku belajar siswa SMK Negeri 1 Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, ditinjau dari faktor internal, faktor eksternal, dan strategi sekolah dalam mendorong minat belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi interpretif dengan wawancara mendalam terhadap 27 informan yang terdiri atas 10 siswa, 10 orang tua/wali siswa, 5 guru mata pelajaran, dan 1 Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Data dianalisis secara tematik berdasarkan tiga fokus penelitian dan diperkuat melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal siswa—mindset, motivasi, dan kebiasaan belajar—bersifat heterogen, dengan teman sebaya sebagai sumber motivasi ekstrinsik paling dominan dan pola prokrastinasi akademik yang masih memerlukan perhatian. Faktor eksternal meliputi kondisi sosial ekonomi keluarga menengah ke bawah, pengaruh media sosial yang bersifat ambivalen, kondisi geografis berbukit dengan jarak tempuh hingga dua belas kilometer, serta pengaruh lingkungan teman sebaya yang bersifat dua arah. Sekolah telah mengembangkan berbagai strategi, seperti program praktik kerja lapangan, metode pembelajaran inovatif, dan layanan bimbingan konseling, namun konsistensi implementasi, kemitraan dengan orang tua, dan sistem penghargaan masih perlu diperkuat. Penelitian merekomendasikan intervensi multidimensional yang melibatkan sekolah, keluarga, dan pemerintah daerah untuk meningkatkan minat belajar siswa secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026