Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep masyarakat Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman menurut Muhammad Abduh dalam Tafsir al-Manar, dengan menelaah keterkaitan antara karakter ummatan wasathan, proses perubahan internal masyarakat, dan prinsip pembaruan Islam. Fokus penelitian diarahkan pada pertanyaan bagaimana ketiga dimensi tersebut membentuk konstruksi masyarakat Islam yang mampu merespons perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai dan identitas keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui kajian terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan tema penelitian dan dianalisis menggunakan metode tafsir maudhu’i (tematik). Penelitian ini menawarkan kerangka pemikiran yang menghubungkan karakter ummatan wasathan, perubahan sosial, dan pembaruan Islam sebagai tiga aspek yang saling berkaitan. Kerangka tersebut menjadi pembeda dari penelitian sebelumnya yang lebih banyak membahas pemikiran Muhammad Abduh pada aspek tertentu secara terpisah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Muhammad Abduh, kemampuan masyarakat Islam dalam menghadapi perubahan zaman tidak berarti menerima semua perubahan tanpa batas. Adaptasi harus dilakukan melalui perubahan dari dalam masyarakat, terutama dengan memperkuat akal, membuka ruang ijtihad, serta menjaga keseimbangan antara kebutuhan material dan spiritual. Pemikiran tersebut dapat menjadi dasar bagi masyarakat Muslim dalam menghadapi perkembangan zaman melalui pemahaman Al-Qur’an yang sesuai dengan kondisi masyarakat.
Copyrights © 2026