Maraknya pertumbuhan lembaga tahfidz di Indonesia belum diimbangi kualitas hafalan yang setara, sehingga dibutuhkan model strategi pembelajaran yang memadukan ketepatan bacaan, penguasaan tajwid, dan konsistensi hafalan secara utuh; atas dasar itu, penelitian ini bertujuan mengulas strategi penguatan hafalan Al-Qur'an melalui metode integratif Taltahmur, yakni Talaqqi, Tahsin, dan Murajaah, di Pondok Pesantren Raudhatul Qur'an, Tarakan, sekaligus menelaah bagaimana metode tersebut berpengaruh pada kualitas dan keajekan hafalan santri. Kajian ini mengimplementasikan pendekatan kualitatif berjenis studi kasus. Data dihimpun melalui wawancara mendalam bersama pimpinan pondok pesantren (mudir), pembina tahfidz (ustadz/ustadzah), serta santri ikhwan dan akhwat, dilengkapi observasi tidak langsung berupa penelaahan dokumentasi kegiatan dan berkas pendukung. Temuan memperlihatkan bahwa Talaqqi menjamin ketepatan bacaan sejak tahap awal lewat bimbingan langsung guru, Tahsin memperkokoh penguasaan makharijul huruf dan tajwid baik sebelum maupun selama proses menghafal, dan Murajaah menjaga retensi hafalan dalam jangka panjang lewat pengulangan yang terjadwal. Perpaduan ketiga unsur tersebut, ditopang pengawasan yang konsisten, pendampingan personal bagi santri berkemampuan beragam, serta dorongan berkelanjutan dari pembina dan orang tua, turut mengangkat kualitas bacaan, keajekan hafalan, dan kedisiplinan santri. Penelitian ini berkontribusi menyediakan model strategi pelaksanaan metode terpadu yang dapat dijadikan rujukan praktis bagi pesantren tahfidz lain dalam merancang program pembinaan hafalan yang mengakomodasi keragaman santri, sekaligus memperkaya kajian akademik mengenai integrasi Talaqqi, Tahsin, dan Murajaah pada pendidikan tahfidz berbasis pesantren.
Copyrights © 2026