Penelitian ini dilatar belakangi oleh meningkatnya kebutuhan pakan ternak berkualitas sepanjang tahun serta pentingnya pengelolaan rantai pasok yang efisien pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) silase. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana proses produksi dan distribusi silase serta bagaimana penerapan model Supply Chain Operations Reference (SCOR) dapat mengidentifikasi hambatan pada rantai pasok sehingga dapat meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses produksi dan distribusi silase skala UMKM di Desa Trikarya, Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKU Timur serta menganalisis penerapan model SCOR dalam mengidentifikasi hambatan pada rantai pasok silase. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap lima pelaku UMKM silase yang dijadikan responden. Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan pencatatan, kemudian dianalisis menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, serta pendekatan model SCOR yang meliputi proses Plan, Source, Make, Deliver, dan Return. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi silase meliputi persiapan bahan baku, pencacahan hijauan, pencampuran bahan tambahan, fermentasi selama 14–21 hari, pengemasan, dan distribusi kepada peternak. Rata-rata biaya tetap sebesar Rp484.026 per proses produksi dan biaya variabel sebesar Rp351.200 per proses produksi, sehingga total biaya produksi mencapai Rp835.226 per proses produksi. Dengan rata-rata produksi sebesar 304 kg per proses produksi dan harga jual Rp6.200/kg, diperoleh penerimaan sebesar Rp1.968.000 dan pendapatan sebesar Rp1.132.774 per proses produksi. Berdasarkan analisis SCOR, hambatan utama rantai pasok terdapat pada ketersediaan bahan baku hijauan yang bersifat musiman, keterbatasan kapasitas alat produksi, serta distribusi yang masih terbatas pada wilayah sekitar. Penerapan model SCOR mampu mengidentifikasi titik-titik perbaikan pada setiap aktivitas rantai pasok sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi produksi, kelancaran distribusi, dan daya saing UMKM silase.
Copyrights © 2026