Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pendapatan dan Distribusi Silase dengan Model SCOR di Desa Trikarya Kecamatan Belitang III OKU Timur Adi Riskiyanto; Munsiarum; M. Hafiz Azhad; Neng Karmila
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (July - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i2.981

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh meningkatnya kebutuhan pakan ternak berkualitas sepanjang tahun serta pentingnya pengelolaan rantai pasok yang efisien pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) silase. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana proses produksi dan distribusi silase serta bagaimana penerapan model Supply Chain Operations Reference (SCOR) dapat mengidentifikasi hambatan pada rantai pasok sehingga dapat meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses produksi dan distribusi silase skala UMKM di Desa Trikarya, Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKU Timur serta menganalisis penerapan model SCOR dalam mengidentifikasi hambatan pada rantai pasok silase. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap lima pelaku UMKM silase yang dijadikan responden. Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan pencatatan, kemudian dianalisis menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, serta pendekatan model SCOR yang meliputi proses Plan, Source, Make, Deliver, dan Return. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi silase meliputi persiapan bahan baku, pencacahan hijauan, pencampuran bahan tambahan, fermentasi selama 14–21 hari, pengemasan, dan distribusi kepada peternak. Rata-rata biaya tetap sebesar Rp484.026 per proses produksi dan biaya variabel sebesar Rp351.200 per proses produksi, sehingga total biaya produksi mencapai Rp835.226 per proses produksi. Dengan rata-rata produksi sebesar 304 kg per proses produksi dan harga jual Rp6.200/kg, diperoleh penerimaan sebesar Rp1.968.000 dan pendapatan sebesar Rp1.132.774 per proses produksi. Berdasarkan analisis SCOR, hambatan utama rantai pasok terdapat pada ketersediaan bahan baku hijauan yang bersifat musiman, keterbatasan kapasitas alat produksi, serta distribusi yang masih terbatas pada wilayah sekitar. Penerapan model SCOR mampu mengidentifikasi titik-titik perbaikan pada setiap aktivitas rantai pasok sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi produksi, kelancaran distribusi, dan daya saing UMKM silase.
Analisis Kelayakan dan Adaptabilitas Padi Inpari 32 di Kecamatan Belitang Mulya Setia Putri; Munsiarum; Solehan; Muridin
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (July - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i2.1037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat adaptabilitas varietas padi Inpari 32 serta menilai kelayakan finansial usahatani padi di Kecamatan Belitang Mulya, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif terhadap 30 petani pengguna varietas Inpari 32. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan penyebaran kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Pertanian, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan. Analisis adaptabilitas dilakukan secara deskriptif berdasarkan penilaian responden terhadap kemampuan varietas beradaptasi pada kondisi lingkungan setempat. Analisis kelayakan finansial dilakukan melalui perhitungan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Net Benefit Cost Ratio (Net B/C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Inpari 32 memiliki tingkat adaptabilitas yang baik pada kondisi agroekologi Kecamatan Belitang Mulya yang ditunjukkan oleh pertumbuhan dan hasil produksi yang stabil. Hasil analisis finansial juga menunjukkan bahwa usahatani padi Inpari 32 layak untuk diusahakan, ditandai dengan nilai NPV yang positif, nilai IRR yang lebih tinggi dibandingkan tingkat suku bunga yang digunakan, serta nilai Net B/C lebih besar dari satu. Dengan demikian, varietas Inpari 32 tidak hanya mampu beradaptasi dengan baik terhadap kondisi lingkungan penelitian, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi sehingga berpotensi mendukung peningkatan pendapatan petani dan pengembangan usahatani padi secara berkelanjutan.