Fenomena representasi gender masih menjadi isu yang menarik untuk dikaji dalam konteks sosial, budaya dan komunikasi, di mana representasi gender tidak sekadar menampilkan citra laki-laki dan perempuan, tetapi membentuk pemahaman masyarakat tentang bagaimana peran ideal keduanya dalam kehidupan sosial. Persyaratan seleksi Ajang Pemilihan Kang Nong Kabupaten Tangerang 2025 yang menekankan kriteria fisik tertentu justru menampilkan konstruksi gender yang mencerminkan nilai budaya patriarkal dan berpotensi menimbulkan stereotipe gender. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi gender dalam Ajang Pemilihan Kang Nong Kabupaten Tangerang 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus dan paradigma konstruktivisme, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi tidak terlibat langsung, wawancara, dan analisis dokumen. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa representasi gender dalam Ajang Pemilihan Kang Nong Kabupaten Tangerang 2025 terbentuk melalui persyaratan peserta, sistem penilaian, dan standar yang diterapkan oleh penyelenggara. Kang dan Nong dikonstruksikan sebagai representasi laki-laki dan perempuan yang sesuai dengan nilai, norma, dan citra ideal yang berkembang dalam masyarakat Kabupaten Tangerang. Ajang Pemilihan Kang Nong Kabupaten Tangerang 2025 telah berupaya menerapkan prinsip kesetaraan gender, namun dalam praktiknya masih merepresentasikan konstruksi gender yang dibentuk oleh nilai budaya lokal dan kebijakan institusional sebagai bagian dari proses pemilihan duta budaya daerah.
Copyrights © 2026