Partisipasi anak merupakan salah satu indikator utama keberhasilan kebijakan Kota Layak Anak (KLA), namun kualitasnya kerap berhenti pada tataran prosedural dan simbolis. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan tingkat partisipasi anak dalam kebijakan KLA di Kota Mojokerto serta faktor pendukung dan penghambatnya, dengan menggunakan teori Tangga Partisipasi Anak (A Ladder of Children’s Participation) Roger Hart (1992) sebagai pisau analisis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kasus di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pejabat serta staf Dinsos P3A dan anggota Forum Anak, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi anak telah melampaui kategori bukan partisipasi (tokenisme) dan berada pada tingkat “ditugaskan tetapi diinformasikan” (level 4) hingga “dikonsultasikan dan diinformasikan” (level 5), dengan satu kegiatan mencapai “inisiasi orang dewasa dengan keputusan bersama anak” (level 6). Partisipasi belum mencapai kemitraan setara (level 7–8) karena peran ganda Dinsos P3A sebagai regulator, implementor, sekaligus fasilitator menempatkannya pada posisi yang dominan. Dengan demikian, relasi yang terbentuk lebih tepat digambarkan sebagai relasi protektif-partisipatif, bukan kemitraan setara.
Copyrights © 2026