Hikma Muhaimin
Universitas Islam Majapahit

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Melampaui Tokenisme, Belum Sampai Kemitraan: Kualitas Partisipasi Anak dalam Kebijakan Kota Layak Anak di Kota Mojokerto Alfiana Dwi Astuti; Hikma Muhaimin; Tri Ratna Rinayuhani
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 2 No. 1 (2026): Vol.2 No.1 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiki.v2i1.43

Abstract

Partisipasi anak merupakan salah satu indikator utama keberhasilan kebijakan Kota Layak Anak (KLA), namun kualitasnya kerap berhenti pada tataran prosedural dan simbolis. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan tingkat partisipasi anak dalam kebijakan KLA di Kota Mojokerto serta faktor pendukung dan penghambatnya, dengan menggunakan teori Tangga Partisipasi Anak (A Ladder of Children’s Participation) Roger Hart (1992) sebagai pisau analisis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kasus di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pejabat serta staf Dinsos P3A dan anggota Forum Anak, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi anak telah melampaui kategori bukan partisipasi (tokenisme) dan berada pada tingkat “ditugaskan tetapi diinformasikan” (level 4) hingga “dikonsultasikan dan diinformasikan” (level 5), dengan satu kegiatan mencapai “inisiasi orang dewasa dengan keputusan bersama anak” (level 6). Partisipasi belum mencapai kemitraan setara (level 7–8) karena peran ganda Dinsos P3A sebagai regulator, implementor, sekaligus fasilitator menempatkannya pada posisi yang dominan. Dengan demikian, relasi yang terbentuk lebih tepat digambarkan sebagai relasi protektif-partisipatif, bukan kemitraan setara.