Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor lingkungan dan manajemen budidaya terhadap kondisi kesehatan ikan bandeng (Chanos Chanos) di Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional terhadap 30 tambak. Data yang dikumpulkan meliputi parameter kualitas air (amonia, nitrit, nitrat, dan pH), praktik manajemen budidaya, serta kondisi kesehatan ikan. Analisis data dilakukan secara deskriptif, uji Chi-Square, dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,3% tambak berada dalam kondisi tidak sehat. Kadar amonia tertinggi ditemukan di Luwu Utara (0,3057 mg/L) dengan pH relatif sama (6,00). Uji bivariat menunjukkan bahwa kepadatan tebar (p = 0,005) dan pergantian air (p = 0,000) berhubungan signifikan dengan kondisi kesehatan ikan. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa pergantian air merupakan faktor dominan (p = 0,002; OR = 39,000) dengan nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,548. Disimpulkan bahwa manajemen budidaya, khususnya pergantian air, berperan penting dalam menentukan kondisi kesehatan ikan bandeng.
Copyrights © 2026