Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen)
Vol 8, No 2 (2026): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) - Agustus 2026 - This is

Teguran Dosa dalam Pelayanan Pastoral terhadap Generasi Digital Native: Kajian 1 Timotius 5:20

Ivan Talakua (Sekolah Tinge Teologi Real Batam)
Yanuari Halawa (Sekolah Tinge Teologi Real Batam)



Article Info

Publish Date
30 Aug 2026

Abstract

The development of technology presents complex moral challenges for the digital native generation, such as pornography, cyberbullying, online gambling, and a high resistance to correction (anti-correction attitude). This condition complicates the church's pastoral function, specifically in rebuking sin. This study aims to examine the pastoral theology of rebuking sin based on 1 Timothy 5:20. Using a qualitative method through library research and exegesis, this study offers a novelty by recontextualizing the act of rebuke (ἐλέγχω)—from a conventional, authoritarian-perceived approach to a personal, dialogical, and safe space-based approach. The results formulate three specific steps: (1) reconstructing the meaning of rebuke not as "public shaming" that is vulnerable to being perceived as cancel culture, but as an authentic relationship to bring conviction; (2) shifting from a one-way approach to interactive pastoral care through two-way counseling and digital mentoring; and (3) establishing trust-building prior to discipline. Practically and theologically, this research contributes a contextual corrective pastoral model for pastors to discipline the digital generation without triggering resistance, while firmly maintaining the holiness of the congregation.AbstrakPerkembangan teknologi menghadirkan tantangan moral yang kompleks bagi generasi digital native, seperti pornografi, cyberbullying, judi daring, dan tingginya resistensi terhadap koreksi (sikap antikoreksi). Kondisi ini menyulitkan gereja dalam menjalankan fungsi penggembalaan, khususnya untuk menegur dosa. Penelitian ini bertujuan mengkaji teologi pastoral tentang teguran dosa berdasarkan 1 Timotius 5:20. Menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dan eksegesis, penelitian ini menawarkan kebaruan (novelty) dengan merekontekstualisasi tindakan teguran (ἐλέγχω)—dari pendekatan konvensional yang terkesan otoritarian menjadi pendekatan personal, dialogis, dan berbasis ruang aman (safe space). Hasil penelitian merumuskan tiga langkah spesifik: (1) merekonstruksi makna teguran bukan sebagai "penghakiman publik" yang rentan dipersepsikan sebagai cancel culture, melainkan relasi otentik untuk menginsafkan; (2) menggeser pendekatan satu arah menjadi pastoral interaktif melalui konseling dua arah dan pendampingan digital; serta (3) membangun kepercayaan (trust-building) sebelum pendisiplinan. Secara praktis dan teologis, penelitian ini berkontribusi memberikan model pastoral korektif yang kontekstual bagi para gembala untuk mendisiplinkan generasi digital tanpa memicu resistensi, sekaligus tetap teguh memelihara kekudusan jemaat.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

Veritas

Publisher

Subject

Education Other

Description

Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) diterbitkan dua kali dalam 1 tahun (Februari dan Agustus) oleh Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara. Veritas Lux Mea menerima artikel ilmiah dari dosen, mahasiswa, praktisi teologi maupun pendidikan Kristen. Jurnal ini pun telah memiliki ...