Perundungan verbal merupakan perilaku yang menggunakan bahasa untuk mengejek, menghina, memberi julukan negatif, atau mengucapkan kata-kata yang dapat menyakiti perasaan teman. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan bahasa positif sebagai upaya pencegahan perundungan verbal pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Perlakuan dilaksanakan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, permainan edukatif, kampanye Stop Label Negatif, Botol Apresiasi, dan penyusunan Komitmen Kelas Anti Ejekan. Evaluasi dilakukan menggunakan asesmen awal dan asesmen akhir serta observasi partisipasi siswa. Hasil menunjukkan bahwa jumlah nilai siswa meningkat dari 1.230 pada asesmen awal menjadi 1.260 pada asesmen akhir. Rata-rata nilai meningkat dari 87,9 menjadi 90,0 atau sebesar 2,1 poin. Pada aspek kategori, siswa berkategori baik meningkat dari 14,3% menjadi 28,6%, sedangkan kategori cukup menurun dari 14,3% menjadi 0%. Selama kegiatan, siswa juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengenali perundungan verbal, membedakan kata positif dan negatif, memberikan apresiasi kepada teman, serta menunjukkan sikap saling menghargai. Temuan ini menunjukkan bahwa pembiasaan penggunaan bahasa positif melalui aktivitas partisipatif dapat menjadi salah satu strategi edukatif untuk meningkatkan pemahaman siswa dan mendukung pencegahan perundungan verbal di sekolah dasar.
Copyrights © 2026