Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fungsi interaksional tuturan tokoh dalam naskah drama Rumah Boneka karya Henrik Ibsen melalui kajian pragmatik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan tokoh yang mengandung fungsi interaksional dalam dialog naskah drama Rumah Boneka. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat. Analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan dengan memperhatikan konteks tuturan serta hubungan antara penutur dan mitra tutur. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima bentuk fungsi interaksional tuturan, yaitu bertanya, meminta maaf, mengajak, menyapa, dan berpamitan. Fungsi bertanya digunakan untuk memperoleh informasi dan mempertahankan komunikasi. Fungsi meminta maaf digunakan untuk menjaga hubungan sosial dan menunjukkan perhatian terhadap mitra tutur. Fungsi mengajak digunakan untuk melibatkan mitra tutur dalam suatu tindakan atau aktivitas. Fungsi menyapa digunakan untuk membuka dan mempertahankan interaksi, sedangkan fungsi berpamitan digunakan untuk mengakhiri komunikasi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tuturan tokoh dalam Rumah Boneka tidak hanya berfungsi menyampaikan pesan, tetapi juga berperan dalam membangun, mempertahankan, dan mengakhiri hubungan sosial antartokoh. Kajian pragmatik terhadap fungsi interaksional tersebut menunjukkan bahwa penggunaan tuturan sangat berkaitan dengan konteks dan tujuan komunikasi.
Copyrights © 2026