Yakub Tangdibiri’
Universitas Kristen Indonesia Toraja

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Struktur Kalimat Deklaratif Bahasa Indonesia dalam Novel Arah Langkah Karya Fiersa Besari Yakub Tangdibiri’; Veronika Melda Tiku Lembang
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v1i2.493

Abstract

Struktur kalimat deklaratif bahasa Indonesia dalam novel Arah Langkah karya Fiersa Besari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kalimat deklaratif yang terdapat dalam novel Arah Langkah karya Fiersa Besari. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini bersumber dari novel Arah Langkah karya Fiersa Besari. Populasi penelitian ini berjumlah 42 kalimat deklaratif, sedangkan sampelnya berjumlah 22 kalimat deklaratif bahasa Indonesia yang diambil dari novel Arah Langkah karya Fiersa Besari. Data diambil dengan cara teknik baca dan teknik catat. Teknik baca dilakukan guna memperoleh data berupa kalimat deklaratif bahasa Indonesia dalam novel Arah Langkah karya Fiersa Besari, sedangkan teknik catat dilakukan untuk mencatat kalimat deklaratif bahasa Indonesia yang terdapat di dalam novel Arah Langkah karya Fiersa Besari. Hasil penelitian Struktur Kalimat Deklaratif Bahasa Indonesia yang digunakan dalam novel Arah Langkah karya Fiersa Besari adalah sebagai berikut, (1) Struktur S+P+O (Subjek + Predikat + Objek), (2) Struktur S+P+O+K (Subjek + Predikat + Objek + Keterangan), (3) Struktur S+P+K (Subjek + Predikat + Keterangan), (4) Struktur K+S+K (Keterangan + Subjek + Keterangan), (5) Struktur K+S+P+O (Keterangan + Subjek + Predikat + Objek), (6) Struktur K+S+P+K (Keterangan + Subjek + Predikat + Keterangan).
Penggunaan Tindak Tutur Tidak Langsung Literal dalam Rukun Kampung Tiroallo Lembang Marante (Tinjauan Pragmatik) Yakub Tangdibiri’; Febe Tandisau
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v2i4.504

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk Penggunaan Tindak Tutur Tidak Langsung Literal dalam Rukun Kampung Tiroallo Lembang Marante melalui kajian Pragmatik. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini bersumber dari masyarakat Tiroallo. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan teknik rekaman. Teknik observasi digunakan untuk mengamati penggunaan tindak tutur tidak langsung literal dalam Rukun Kampung Tiroallo, sedangkan teknik rekaman digunakan sebagai pernyataan yang dipakai yang bertujuan untuk membuktikan adanya suatu peristiwa. Populasi penelitian ini adalah 22 tindak tutur tidak langsung literal yang digunakan dalam Rukun Kampung Tiroallo dan sampel penelitian ini menggunakan total sampling, artinya data diambil secara keseluruhan dari jumlah populasi. Dengan demikian maka sampel penelitian ini berjumlah 22 penggunaan tindak tutur tidak langsung literal, didukung oleh 14 responden yang terdiri dari 5 keluarga. Penelitian ini menggunakan data primer sebagai data utama dan data sekunder sebagai data pendukung. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa penggunaan tindak tutur tidak langsung literal dalam Rukun Kampung Tiroallo, Lembang Marante, hanya menggunakan bentuk tutur direktif memerintah.
KALIMAT PERINTAH BAHASA INDONESIA DALAM BUKU PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII SMP KARANGAN SITI ISNATUM M Ariani Paulus; Yakub Tangdibiri’; Rita Tanduk
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2022): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/mataallo.v4i2.1911

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan kalimat perintah yang digunakan dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas VII, (2) Mendeskripsikan ciri-ciri kalimat perintah Bahasa Indonesia yang digunakan dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas VII.Teknik pengumpulan data dalam penelitian yaitu: Teknik Baca dan Teknik Cacat. Teknik baca digunakan untuk mengamati bentuk kalimat perintah yang digunakan dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII Karangan Siti Isnatum M, Sedangkan Teknik Cacat yaitu digunakan untuk mencacat hasil pengamatan tentang kalimat perintah dalam buku Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Karangan Siti Isnatum M.
KALIMAT IMPERATIF DALAM NOVEL KATA KARYA RINTIK SEDU SUATU ANALISIS SINTAKSIS Elfriensi Tandirerung; Yakub Tangdibiri’; Milka
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 4 No 1 (2022): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/mataallo.v4i1.1918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kalimat imperatif dalam novel Kata karya Rintik Sedu. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Sumber data bersumber dari Novel Kata. Pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Hal ini dimaksudkan agar data yang dihasilkan lebih akurat dan berorganisasi dengan baik, karena yang diamati adalah novel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel Kata ini terdapat 7 (tujuh) jenis kalimat imperatif diantaranya yaitu: 1) Kalimat imperatif taktransitif, 2) Kalimat imperatif transitif, 3) Kalimat imperatif halus, 4) Kalimat Imperatif permintaan, 5) Kalimat imperatif ajakan dan harapan, 6) Kalimat Imperatif Larangan, dan 7) Kalimat Imperatif pembiaran.
SATUAN PEMBENTUK KALIMAT MINOR DALAM NOVEL HUJAN KARYA TERE LIYE (SUATU KAJIAN SINTAKSIS) Langi Marempang; Yakub Tangdibiri’
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/mataallo.v2i2.1935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan satuan pembentuk kalimat minor yang terdapat dalam novel Hujan karya Tere Liye, (2) Mendeskripsikan kategori satuan pembentuk kalimat minor dalam novel Hujan karya Tere Liye. Penelitian ini berjenis kualitatif. Data dikumpulkan dengan (1) teknik baca, yaitu melihat serta memahami isi dari apa yang ditulis, (2) teknik catat, yaitu mencatat beberapa bentuk yang relevan bagi penelitianya dan penggunaan bahasa secara tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satuan pembentuk kalimat minor bahasa Indonesia dalam novel Hujan karya Tere Liye adalah kata dan frase. Ada beberapa kategori kata dan frase yang digunakan dalam novel hujan karya Tere Liye. Kategori kata itu meliputi: (1) Adjektiva, (2) Adverbial, (3) Verba, (4) Nomina sedangkan kategori frase meliputi: (1) Frase adjektiva, (2) Frase adverbial, (3) Frase verba, (4) Frase nomina, (5) Frase numerial.
FUNGSI INTERAKSIONAL TUTURAN TOKOH DALAM NASKAH DRAMA RUMAH BONEKA KARYA HENRIK IBSEN: KAJIAN PRAGMATIK Yakub Tangdibiri’
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i3.4539

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fungsi interaksional tuturan tokoh dalam naskah drama Rumah Boneka karya Henrik Ibsen melalui kajian pragmatik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan tokoh yang mengandung fungsi interaksional dalam dialog naskah drama Rumah Boneka. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat. Analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan dengan memperhatikan konteks tuturan serta hubungan antara penutur dan mitra tutur. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima bentuk fungsi interaksional tuturan, yaitu bertanya, meminta maaf, mengajak, menyapa, dan berpamitan. Fungsi bertanya digunakan untuk memperoleh informasi dan mempertahankan komunikasi. Fungsi meminta maaf digunakan untuk menjaga hubungan sosial dan menunjukkan perhatian terhadap mitra tutur. Fungsi mengajak digunakan untuk melibatkan mitra tutur dalam suatu tindakan atau aktivitas. Fungsi menyapa digunakan untuk membuka dan mempertahankan interaksi, sedangkan fungsi berpamitan digunakan untuk mengakhiri komunikasi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tuturan tokoh dalam Rumah Boneka tidak hanya berfungsi menyampaikan pesan, tetapi juga berperan dalam membangun, mempertahankan, dan mengakhiri hubungan sosial antartokoh. Kajian pragmatik terhadap fungsi interaksional tersebut menunjukkan bahwa penggunaan tuturan sangat berkaitan dengan konteks dan tujuan komunikasi.