Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan program strategis pemerintah untuk memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan koperasi yang produktif, profesional, dan berkelanjutan. Namun, sebagian besar KDMP masih menghadapi keterbatasan dalam menyusun proposal usaha yang memenuhi persyaratan pembiayaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), sehingga potensi usaha desa belum dapat dikembangkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan Business Proposal Canvas (BPC-KDMP) sebagai model pendampingan penyusunan proposal pembiayaan yang sistematis dan sesuai dengan kebutuhan LPDB. Mitra kegiatan adalah Koperasi Desa Merah Putih Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tujuh tahapan, yaitu assessment, business potential mapping, penyusunan Business Proposal Canvas, penyusunan proposal, review, business pitching, dan finalisasi proposal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa BPC-KDMP mampu membantu pengurus mengidentifikasi potensi usaha, menyusun analisis bisnis dan kelayakan finansial, serta menghasilkan proposal pembiayaan yang lebih sistematis dan sesuai dengan persyaratan LPDB. Selain menghasilkan proposal pembiayaan, kegiatan ini juga mengembangkan Business Proposal Readiness Index (BPRI) sebagai instrumen untuk mengukur tingkat kesiapan proposal. Kedua inovasi tersebut berpotensi menjadi model pendampingan yang dapat direplikasi pada Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah.
Copyrights © 2026