Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Arsip Digital pada Koperasi “X” Kab. Bandung - Jawa Barat Agus Nugraha
J-Coop : Journal of Co-operative Vol. 1 No. 1 (2025): J-Coop : Journal of Co-operative
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/jc.v1i1.12

Abstract

Archives are evidence or records of organisational activities, and every decision made by the cooperative management must be supported by data and information. The two characteristics of an archival system are reliability and accessibility which include aspects of the neatness, cleanliness, order, and security of the archive itself. Today, there are two types of archivemanagement systems: conventional and electronic (E-Archive). Both systems have similar management principles, but differ in how they are implemented virtually. E-Archive is separated into two categories: desktop-based (offline) and website-based (online). To construct the E-Archive, a system design is needed, which can be done using a variety of approach models, such asthe Waterfall Model, Activity Diagram, Use Case, and Class Diagram and interface Design. This system design can be developed and implemented into a web-based application.
Inovasi Model Bisnis Koperasi Merah Putih Berbasis Platform Digital: Implikasi terhadap Tata Kelola dan Kebijakan Perkoperasian Agus Nugraha
J-Coop : Journal of Co-operative Vol. 2 No. 1 (2026): J-Coop : Journal of Co-operative
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/jc.v2i1.52

Abstract

Digital transformation has driven fundamental changes in the ways economic organizations create and distribute value, including cooperatives. However, the development of digital cooperatives in Indonesia remains predominantly focused on technical and operational aspects and has not yet been fully integrated into a comprehensive framework of business models, governance, and cooperative policy. This study aims to analyze innovations in the platform-based business model of Koperasi Merah Putih by positioning digital platforms as institutional architectures that shape value creation, benefit distribution, and power relations within cooperatives. The study employs a qualitative-descriptive approach through a literature review and analysis of policy documents. The findings indicate that digital platforms have the potential to strengthen member participation, governance transparency, and cooperative competitiveness, provided they are designed with collective ownership, democratic governance, and supported by appropriate regulatory and policy frameworks. This study underscores the crucial role of the state in promoting cooperatives as owners and managers of digital platforms to achieve an inclusive, equitable, and public value–oriented digital economic transformation.
Penguatan Literasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) bagi Guru Sekolah Dasar melalui Model IN-OJT di Kabupaten Garut Agus Nugraha
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 1 (2026): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital di bidang pendidikan menuntut peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam literasi koding dan kecerdasan artifisial (KKA). Tahun 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan Koding dan KA sebagai mata pelajaran pilihan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kebijakan tersebut menuntut kesiapan guru sekolah dasar agar mampu merancang dan mengimplementasikan pembelajaran koding dan KA secara pedagogis dan kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi koding dan kecerdasan artifisial bagi guru sekolah dasar di Kabupaten Garut melalui model pelatihan In Service Training dan On the Job Training (IN–OJT). Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan IN-1, OJT 1–3, dan IN-2 yang melibatkan guru sekolah dasar dari tiga batch pelatihan di wilayah Kabupaten Garut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan pedagogik, serta sikap positif guru terhadap pembelajaran Koding dan KA. Guru mampu merancang pembelajaran, melaksanakan praktik mengajar, serta memanfaatkan teknologi koding dan kecerdasan artifisial secara sederhana dalam konteks kelas. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam penguatan kapasitas guru dan berkontribusi pada kesiapan implementasi mata pelajaran koding dan KA di sekolah dasar.
Pembentukan Komunitas Peduli Sampah untuk pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Jatinangor Sumedang Ahmad Subagyo; Agus Nugraha; Fitriana Dewi Sumaryana
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 1 (2026): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Jatinangor sebagai kawasan pendidikan tinggi berdampak pada peningkatan signifikan volume sampah rumah tangga, kos mahasiswa, dan aktivitas komersial di sekitarnya, sementara kapasitas pengelolaan yang ada masih terbatas. Situasi ini diperparah oleh keterbatasan fasilitas pembuangan akhir, praktik pembakaran sampah, serta belum menguatnya kelembagaan komunitas lingkungan di sekitar kampus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membentuk komunitas peduli sampah di lingkungan Ikopin University Jatinangor melalui rangkaian sosialisasi, pelatihan manajemen komunitas, dan pendampingan penyusunan program kerja komunitas. Metode yang digunakan meliputi pemetaan awal aktor dan kondisi pengelolaan sampah, penyampaian materi sosialisasi mengenai isu persampahan dan ekonomi sirkular, pelatihan pengorganisasian dan tata kelola komunitas, serta lokakarya perumusan struktur organisasi dan rencana kerja komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya komunitas peduli sampah yang merepresentasikan sivitas akademika dan perwakilan masyarakat sekitar, dilengkapi rumusan visi–misi, struktur pengurus, serta rencana kerja tahunan yang mencakup edukasi, pemilahan sampah di sumber, pengembangan bank sampah kampus, dan kemitraan dengan koperasi maupun UMKM pengolah sampah. Peningkatan pengetahuan dan sikap peserta terhadap pengelolaan sampah teridentifikasi melalui perbandingan hasil uji sebelum dan sesudah pelatihan, serta melalui testimoni yang menegaskan pergeseran cara pandang terhadap sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomi. Program ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas komunitas berbasis kampus dapat berkontribusi pada perbaikan praktik pengelolaan sampah, pengembangan ekonomi sirkular lokal, dan pencapaian SDGs 11 dan 12.
Peningkatan Pemahaman Perkoperasian bagi Anggota dan Non Anggota KOPSIS Melalui Pengenalan Digitalisasi Layanan di Koperasi Siswa (KOPSIS) SMAN Jatinangor Kabupaten Sumedang Jawa Barat Agus Nugraha
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 6 No 1 (2025): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi Siswa (Kopsis) adalah unit usaha koperasi yang berada dalam lingkungan sekolah yang anggotanya merupakan siswa dari sekolah tersebut yang dapat melakukan kegiatan ekonomi tanpa badan hukum usaha (akta notaris). Pada perkembangannya keberadaan Kopsis ini tidak serta merta diikuti oleh seluruh siswa untuk bergabung menjadi anggota Kopsis. Umumnya disebabkan oleh dua hal yaitu belum meratanya tentang pengetahuan perkoperasian dan manfaat menjadi anggota Kopsis. Salah satu sarana promosi dan sosialisasi tentang Kopsis ini adalah pelatihan untuk para pengurus, anggota dan calon anggota dengan keterkaitannya terhadap adaptasi teknologi digital pada layanan Kopsis, dengan harapan siswa dapat lebih memahami tentang perkoperasian serta keberadaan Kopsis di sekolahnya. Dengan pendekatan tersebut Kopsis ini akan lebih menarik, kekinian, modern serta memudahkan pelayanan kepada anggota yang pada akhirnya diharapkan meningkatnya ketertarikan siswa untuk menjadi anggota Kopsis.
Pengenalan Aplikasi Elkopra Sebagai Perangkat Sistem Informasi Manajemen Keuangan Dalam Upaya Transformasi Digitalisasi Koperasi Agus Nugraha
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 2 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalisasi koperasi diharapkan menjadi salah satu langkah strategis untuk mencapai efisiensi dan efektivitas layanan koperasi tanpa harus mengubah nilai dasar koperasi itu sendiri. Digitalisasi ini dapat diimplementasikan pada seluruh aspek koperasi, yaitu: Tata Kelola, Marketing, Keuangan, SDM dan Operasional Koperasi. Pengadaan aplikasi keuangan sangat penting keberadaannya guna mendukung efisiensi dan efektifitas manajemen keuangan koperasi juga sebagai media peningkatan kualitas pelayanan informasi kepada para anggotanya, salah satunya adalah Aplikasi Elkopra. Melalui pelatihan transformasi digitalisasi koperasi ini telah membuka wawasan (insight) baru bagi para pengurus koperasi di era digital. Koperasi harus adaptif terhadap perkembangan teknologi sertakebutuhan anggota yang makin beragam sekalipun dilakukan secara bertahap.
Coding for Kids sebagai Proses Pengenalan Pemrograman Komputer bagi Siswa Sekolah Al Masduqi Boarding School (AMBS) - Garut Agus Nugraha
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 1 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses belajar mengajar (PBM) siswa di Al Masduqi Boarding School (AMBS) - Garudiselenggarakan secara intra kurikuler dan ekstra kurikuler. Kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) salahsatunya adalah Coding for Kids (Ekskul Koding) yang mana untuk penyelenggaran kegiatan ini dikelola oleh pihak sekolah yang melibatkan sebuah tim yang berkompeten dalam bidang pemrograman komputer. Sebagai sebuah PBM, pelaksanaan ekskul koding ini harus mempertimbangkan dan mengimplementasikan fungsi-fungsi pendidikan dasar dan menengah. Tim merencanakannya dengan penyusunan Term of Reference (ToR) yang memuat latar belakang, maksud dan tujuan, metode pendidikan dan tim serta instruktur yang terlibat dan rangkaiankegiatannya secara menyeluruh. Pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2023/2024, sebanyak delapan orang siswa mengikuti kegiatan ini yang dipandu oleh satu hingga dua orang instruktur dengan frekuensi pertemuan satu kali seminggu selama rata-rata 90 menit. Selama kegiatan, siswa dimonitor dan dievaluasi oleh Tim yang terdiri dari Wakil Direktur I Bidang Kurikulum, KoordinatoEkstra Kurikuler dan Instruktur.
SMART-KMP Framework: Model Smart Cooperative Berbasis Sistem Informasi dan Artifical Intelligence pada Koperasi Merah Putih Agus Nugraha
J-Coop : Journal of Co-operative Vol. 2 No. 2 (2026): J-Coop : Journal of Co-Operative
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/jc.v2i2.397

Abstract

Digital transformation has become a strategic necessity for cooperatives to enhance operational efficiency, service quality, governance transparency, and organizational competitiveness in the digital economy era. The Red and White Village/Sub-district Cooperative (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, KD/KMP) program initiated by the Government of Indonesia encourages cooperatives to adopt digital technologies in a more integrated manner. However, the implementation of digital transformation in cooperatives continues to face significant challenges, particularly the lack of integration among cooperative information systems, Artificial Intelligence (AI), cooperative governance, and the digital ecosystem within a comprehensive conceptual framework. This study aims to develop the SMART-KMP Framework as a conceptual design artifact to support the digital transformation of the Red and White Cooperative. The study employs the Design Science Research (DSR) methodology, comprising problem identification, Systematic Literature Review, Research Gap Analysis, Requirement Analysis, Framework Design, and Expert Validation. The research results in the SMART-KMP Framework, which consists of four integrated layers: Digital Cooperative Core, Artificial Intelligence Layer, Governance and Knowledge Management Layer, and Collaborative Digital Ecosystem. The framework integrates cooperative business processes, AI-driven data-based decision-making, good cooperative governance practices, and digital collaboration among government institutions, financial institutions, marketplaces, suppliers, MSMEs, and other stakeholders. This study contributes by proposing a conceptual model that enriches the Smart Cooperative literature while providing a reference framework for the development of cooperative information systems, the formulation of digital transformation policies, and the implementation of the Red and White Cooperative program in Indonesia.
Model Pendampingan Penyusunan Proposal Pembiayaan LPDB pada KDMP Margamulya Kec. Pasirjambu Kab. Bandung Jawa Barat Agus Nugraha
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.362

Abstract

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan program strategis pemerintah untuk memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan koperasi yang produktif, profesional, dan berkelanjutan. Namun, sebagian besar KDMP masih menghadapi keterbatasan dalam menyusun proposal usaha yang memenuhi persyaratan pembiayaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), sehingga potensi usaha desa belum dapat dikembangkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan Business Proposal Canvas (BPC-KDMP) sebagai model pendampingan penyusunan proposal pembiayaan yang sistematis dan sesuai dengan kebutuhan LPDB. Mitra kegiatan adalah Koperasi Desa Merah Putih Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tujuh tahapan, yaitu assessment, business potential mapping, penyusunan Business Proposal Canvas, penyusunan proposal, review, business pitching, dan finalisasi proposal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa BPC-KDMP mampu membantu pengurus mengidentifikasi potensi usaha, menyusun analisis bisnis dan kelayakan finansial, serta menghasilkan proposal pembiayaan yang lebih sistematis dan sesuai dengan persyaratan LPDB. Selain menghasilkan proposal pembiayaan, kegiatan ini juga mengembangkan Business Proposal Readiness Index (BPRI) sebagai instrumen untuk mengukur tingkat kesiapan proposal. Kedua inovasi tersebut berpotensi menjadi model pendampingan yang dapat direplikasi pada Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah.