Supervisi hadir karena satu alasan untuk membimbing pertumbuhan kemampuan dan kecakapan profesional guru. Oleh karena itu, supervisi mempunyai kedudukan strategis dan penting dalam manajemen pendidikan. Kepala Madrasah sebagai orang dewasa memiliki kewajiban melaksanakan fungsinya sebagai manajer di lembaga pendidikan untuk meningkatkan proses pembelajaran melalui kegiatan supervisi kepada guru-guru yang juga orang dewasa. Untuk itu diperlukan kegiatan pelatihan dan workshop bagi para pengawas, kepala madrasah, dan guru madrasah di Kab. Sumedang demi terwujudnya proses pembelajaran yang andragogis. Maksud dan tujuan dilakukan pelatihan dan workshop bagi pengawas kepala madrasah dan guru adalah memberikan pembinaan untuk meningkatan kapasitas keilmuan dan kecakapan profesioanl sesuai tugasnya masing-masing. Metode pelatihan dilakukan melalui metode pembelajaran berbasis proyek (project based learning), dengan tahapan; (1) persiapan, (2) penentuan peserta, (3) metode penyampaian materi, dan (4) evaluasi. Tim pelaksana pelatihan dan workshop terdir atas seorang ketua dan dua orang anggota. Simpulan kegiatan, bahwa pelatihan dan workshop sistem supervisi berbasis andragogi di Kabupaten Sumedang telah berhasil memberikan pemahaman yang signifikan dalam meningkatkan kapasitas pengawas, kepala sekolah, dan guru dalam proses supervisi akademik yang efektif dan andargogis. Materi pelatihan dan workshop terdiri atas konsep andragogi dalam supervisi akademik, konsep administrasi supervisi akademik, dan konsep bimbingan konseling dalam proses supervisi akademik. Evaluasi hasil pelatihan mengukur kemampuan peserta melalui instrumen pretest dan posttest, yang hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan. Tindak lanjut sekaligus saran bagi pihak Kemenag adalah perlunya pelaksanaan pelatihan dan workshop supervisi akademik yang berkelanjutan. Selanjutnya untuk pihak pengawas dan kepala madrasah selayaknya menata ulang instrumen dan proses supervisi akadmik berdasarkan prinsip-prinsip andragogi.
Copyrights © 2026