Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan budaya lokal masyarakat adat Flores, Nusa Tenggara Timur, di tengah perubahan sosial yang dipengaruhi oleh globalisasi, modernisasi, perkembangan teknologi informasi, dan mobilitas masyarakat. Penelitian menggunakan metode tinjauan pustaka (literature review) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, laporan penelitian, dan dokumen akademik yang relevan dengan tema ketahanan budaya dan perubahan sosial. Data dianalisis melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan sintesis temuan-temuan penelitian terdahulu untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai kondisi budaya masyarakat adat Flores. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat Flores masih mampu mempertahankan berbagai unsur budaya lokal seperti ritual adat, sistem kekerabatan, bahasa daerah, nilai gotong royong, dan penghormatan terhadap leluhur meskipun menghadapi berbagai tantangan perubahan sosial. Ketahanan budaya tersebut didukung oleh peran lembaga adat, keluarga, tokoh masyarakat, serta proses pewarisan budaya antargenerasi. Selain itu, masyarakat adat Flores menunjukkan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi dan media digital sebagai sarana pelestarian budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketahanan budaya lokal masyarakat adat Flores terbentuk melalui keseimbangan antara pelestarian nilai-nilai tradisional dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sosial. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif antara masyarakat, lembaga adat, dan pemerintah untuk memperkuat pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Copyrights © 2026