Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi WhatsApp sebagai media pembelajaran Aqidah Akhlaq, khususnya materi "Akhlakku", dalam membentuk karakter moderat peserta didik kelas VI MI Nurul Huda Kapongan, Situbondo. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan desain fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan guru dan siswa. Strategi pembelajaran berbasis karakter yang diterapkan meliputi literasi karakter, refleksi personal, dan pembelajaran kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur-fitur WhatsApp seperti grup, voice note, video, dan polling mampu digunakan guru untuk menyampaikan nilai-nilai akhlak (pemaaf, adil, tanggung jawab, dan bijaksana) secara kontekstual, reflektif, dan menyenangkan. Siswa menunjukkan peningkatan dalam pemahaman, empati emosional, dan praktik perilaku nilai-nilai tersebut. WhatsApp tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai ruang reflektif untuk internalisasi nilai melalui interaksi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa WhatsApp dapat menjadi platform strategis dalam mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam pengalaman belajar harian, khususnya dalam pendidikan dasar Islam, guna membentuk moralitas yang inklusif, bermakna, dan selaras dengan perkembangan teknologi.
Copyrights © 2026