Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang melalui penggunaan obat secara tepat, peningkatan pengetahuan, serta kepatuhan pasien terhadap terapi. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan hipertensi melalui pemantauan dan edukasi secara berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan peserta Prolanis dalam menjalani terapi hipertensi serta menganalisis pola penggunaan obat antihipertensi pada peserta Prolanis di Puskesmas Ciluluk. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi mengenai hipertensi, penggunaan obat antihipertensi yang tepat, pentingnya kepatuhan minum obat, serta pemantauan penggunaan obat. Analisis penggunaan obat dilakukan secara observasional retrospektif menggunakan data kartu pemantauan peserta Prolanis yang didiagnosis hipertensi pada Februari 2026. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dan diperoleh sebanyak 58 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta Prolanis dengan hipertensi berjenis kelamin perempuan (90%), dengan kelompok usia terbanyak 40–60 tahun (58%). Berdasarkan pola penggunaan obat, monoterapi merupakan terapi yang paling dominan, dengan amlodipine 10 mg sebagai obat antihipertensi yang paling banyak digunakan (76%). Edukasi yang diberikan diarahkan pada peningkatan pemahaman peserta mengenai hipertensi, penggunaan obat secara rasional, keteraturan minum obat, dan pentingnya pemantauan tekanan darah secara berkala. Evaluasi program juga menunjukkan adanya peningkatan partisipasi peserta hipertensi dalam kegiatan Prolanis sebesar 1% dibandingkan bulan sebelumnya. Kegiatan edukasi dan pemantauan penggunaan obat antihipertensi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan peserta dalam menjalani terapi serta mendukung keberhasilan pengendalian tekanan darah pada peserta Prolanis di Puskesmas Ciluluk.
Copyrights © 2026