Tantangan yang dihadapi oleh Anak-anak buruh migran Indonesia (BMI) di Malaysia sangatlah kompleks. Hal ini diakibatkan keterbatasan terhadap akses pendidikan formal dan tekanan untuk beradaptasi dengan lingkungan multikultural. Kondisi ini berpotensi melemahkan keterikatan mereka terhadap nilai-nilai budaya Indonesia. Karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk penguatan identitas kultural anak-anak BMI melalui gamifikasi budaya dalam kegiatan pembelajaran. Mitra kegiatan ini adalah 8 Sanggar Bimbingan(SB) di bawah naungan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Metode pengabdian dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan dengan melibatkan mahasiswa, guru dan pengelola SB sebagai tim perencana, fasilitator dan tim penyusun media pembelajaran. Media pembelajaran dalam pengabdian ini berupa paspor budaya, peta budaya, flashcard budaya, video budaya, dan festival budaya. Pengabdian dilaksanakan dalam kurun waktu 3 minggu dengan durasi 3 pertemuan di setiap minggunya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman yang lebih kuat tentang identitas budaya mereka sebagai bangsa Indonesia, memperkuat hubungan emosional dengan budaya Indonesia, dan pemahaman akan kekayaan budaya Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa gamifikasi budaya merupakan strategi yang cukup efektif dan inovatif dalam penguatan identitas kultural anak-anak BMI, yang juga berkontribusi pada upaya pelestarian budaya.
Copyrights © 2026