Kebersihan diri merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan sekaligus mencerminkan implementasi nilai keimanan, sebagaimana tercantum dalam hadis riwayat HR. Muslim “kebersihan adalah sebagian dari iman”. Kejadian ISK pada remaja dapat terjadi karena rendahnya kesadaran terhadap personal hygiene dapat terjadi pada remaja perempuan maupun laki-laki. ISK pada anak usia sekolah berupa fasilitas sekolah yang kurang bersih, kurangnya kebiasaan hidup bersih, kebiasaan mencuci area perineum dan genital yang salah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran remaja laki-laki (santri) mengenai kebersihan diri melalui edukasi dan pemeriksaan urin sebagai upaya preventif infeksi saluran kemih. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan santri tentang kebersihan diri dalam perspektif Islam serta mengetahui gambaran awal kondisi kesehatan urinaria santri. Mitra pengabdian adalah santri tingkat SMP kelas 7 dan 9 di PPM An-Nur Tanggulangin Sidoarjo dengan jumlah peserta 31 orang. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, survei awal, serta pemeriksaan urin menggunakan metode dipstick. Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar santri berada dalam kondisi fisiologis normal, dengan leukosit positif pada 3,2% dan protein urin positif pada 19,4% responden. Seluruh parameter lainnya berada dalam batas normal. Selain itu, seluruh santri menyatakan membutuhkan informasi terkait kebersihan dan pemeriksaan urin. Pelaksanaan edukasi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman santri mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat melalui pemeriksaan urin. Hasil pengabdian ini penting sebagai dasar penguatan program promotif dan preventif kesehatan di lingkungan pesantren secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026