ABSTRACT Living in a democratic society requires students to develop the capacity to engage constructively with political differences rather than reject opposing viewpoints. Within this context, controversial history instruction, which exposes learners to multiple historical interpretations, offers opportunities to cultivate more inclusive political attitudes. This study investigated the relationship between students' experiences of controversial history learning and their political tolerance among eleventh-grade students at SMAS Sejahtera Surabaya. Employing a quantitative ex post facto design, the research involved 30 students from Class XI-1 selected through purposive sampling. Data were gathered using a four-point Likert-scale questionnaire and examined through Pearson's Product-Moment correlation and simple linear regression analyses. The statistical findings indicated a positive and very strong association between controversial history learning and political tolerance (r = 0.827; p < 0.001). The regression model, Y = 22.236 + 0.663X, suggests that improvements in the quality of controversial history instruction are accompanied by higher levels of political tolerance among students. Furthermore, the coefficient of determination (R² = 0.684) reveals that controversial history learning explains 68.4% of the variance in political tolerance, while the remaining 31.6% is attributable to variables beyond the scope of this study. These findings reinforce the potential contribution of controversial history instruction to strengthening democratic character development within the school environment. ABSTRAK Keberagaman pandangan politik merupakan realitas yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan demokratis, sehingga kemampuan siswa untuk menyikapi perbedaan secara terbuka menjadi bagian penting dari proses pendidikan. Dalam konteks tersebut, pembelajaran sejarah yang menghadirkan berbagai interpretasi terhadap peristiwa kontroversial dipandang memiliki ruang untuk menumbuhkan sikap yang lebih inklusif terhadap perbedaan. Penelitian ini mengeksplorasi keterkaitan antara pengalaman mengikuti pembelajaran sejarah kontroversial dengan sikap toleransi politik siswa kelas XI SMAS Sejahtera Surabaya. Kajian dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain ex post facto terhadap 30 siswa kelas XI-1 yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui angket skala Likert empat tingkat, kemudian diolah menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan regresi linier sederhana. Analisis memperlihatkan adanya hubungan positif dengan tingkat kekuatan yang sangat tinggi antara kedua variabel (r = 0,827; p < 0,001). Hubungan tersebut diperkuat oleh persamaan regresi Y = 22,236 + 0,663X, yang mengindikasikan meningkatnya kualitas pembelajaran sejarah kontroversial diikuti kecenderungan peningkatan sikap toleransi politik siswa. Nilai koefisien determinasi (R² = 0,684) memperlihatkan bahwa 68,4% variasi sikap toleransi politik dapat dijelaskan oleh model penelitian, sedangkan 31,6% sisanya berkaitan dengan faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menempatkan pembelajaran sejarah kontroversial sebagai salah satu unsur yang berkaitan erat dengan penguatan karakter demokratis di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026