Riset ini mencoba membedah alasan di balik perbedaan gaya komunikasi mahasiswa di akun utama dan akun kedua mereka. Punya dua akun sebetulnya menunjukkan kalau mahasiswa pintar menempatkan diri tergantung siapa penontonnya. Di akun utama, gaya komunikasinya cenderung formal, jaim, dan penuh pertimbangan. Sementara di akun kedua, mereka merasa lebih bebas buat berekspresi secara santai tanpa takut dihakimi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data di lapangan diambil lewat observasi postingan serta wawancara langsung dengan para pemilik akun ganda ini. Dari sana ditemukan bahwa perbedaan gaya chat atau postingan ini sangat dipengaruhi oleh faktor privasi, lingkaran pertemanan, dan cara mereka mengelola personal branding. Akhirnya, riset ini menyimpulkan bahwa kedua akun tersebut memegang peran yang berbeda total dalam kehidupan sosial digital mahasiswa.
Copyrights © 2026