Stasiun Gubeng Lama merupakan bangunan cagar budaya yang berfungsi sebagai fasilitas transportasi publik sehingga memerlukan ruang yang nyaman, aman, dan mudah diakses oleh seluruh pengguna. Namun, beberapa fasilitas interior masih belum sepenuhnya memenuhi prinsip desain inklusif, terutama pada aspek aksesibilitas dan sirkulasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji optimalisasi interior public space Stasiun Gubeng Lama melalui pendekatan desain inklusif dengan tetap mempertahankan nilai historis bangunan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui analisis berbagai buku, artikel ilmiah, regulasi, dan dokumen yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi permasalahan dan merumuskan rekomendasi desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi interior dapat dilakukan melalui penataan sirkulasi yang lebih aksesibel, penyediaan fasilitas sesuai prinsip desain inklusif, pengembangan sistem wayfinding, penggunaan furnitur ergonomis, serta penerapan konsep adaptive reuse. Penerapan desain inklusif diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas, kenyamanan, dan kualitas pelayanan tanpa mengurangi karakter bangunan cagar budaya.
Copyrights © 2026