Perkembangan ekonomi kreatif mendorong sektor hospitality untuk menghadirkan diferensiasi berbasis nilai budaya sebagai strategi peningkatan daya saing global. Industri perhotelan, khususnya hotel bisnis yang melayani sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), dituntut tidak hanya memenuhi standar internasional, tetapi juga memiliki identitas lokal yang kuat. Hotel Platinum Balikpapan sebagai salah satu hotel bisnis di Kota Balikpapan menghadapi tantangan dalam menciptakan karakter interior yang mampu merepresentasikan budaya lokal Kalimantan Timur sekaligus mendukung aktivitas MICE secara optimal. Permasalahan utama terletak pada belum optimalnya integrasi nilai budaya lokal dalam elemen interior serta kurangnya diferensiasi visual dibandingkan hotel sejenis. Padahal, Kalimantan Timur memiliki kekayaan budaya seperti motif Dayak, material lokal, dan filosofi ruang tradisional yang berpotensi menjadi nilai tambah desain. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep redesain interior berbasis budaya lokal sebagai strategi ekonomi kreatif untuk meningkatkan citra dan daya saing global hotel. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, studi literatur, dokumentasi, dan analisis komparatif. Hasil yang diharapkan berupa konsep desain interior yang memperkuat identitas lokal, meningkatkan pengalaman pengguna, serta memperkuat positioning hotel.
Copyrights © 2026