Peternakan sapi berperan penting dalam perekonomian masyarakat Kabupaten Nagekeo. Namun, panjangnya saluran pemasaran menyebabkan posisi tawar peternak lemah sehingga cenderung menjadi price taker. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur populasi dan kinerja pasar ternak sapi di Kabupaten Nagekeo. Metode Penentuan sampel menggunakan purposive sampling untuk kecamatan dan desa, non-proportional random sampling untuk peternak, serta snowball sampling untuk pedagang. Pengumpulan data dilakukan melalui survei dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi struktur populasi ternak sapi serta kinerja pasar yang mencakup mekanisme pemasaran, farmer’s share, biaya pemasaran (marketing cost), keuntungan pemasaran (marketing profit), dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi ternak sapi sebanyak 29.730 ekor dengan struktur umur didominasi ternak dewasa sebesar 47%. Nilai sex ratio sebesar 63,3, dan kepadatan populasi 3,71 ekor/ha. Kondisi ini menunjukkan bahwa struktur populasi sapi di Kabupaten Nagekeo masih memiliki peluang untuk dikembangkan, terutama melalui pemanfaatan ternak betina dan ternak dewasa secara optimal dalam mendukung keberlanjutan populasi. Kinerja pasar menunjukkan terdapat dua saluran pemasaran, yaitu saluran langsung dan tidak langsung melalui pedagang perantara. Nilai farmer’s share sebesar 76,86%. Biaya pemasaran (marketing cost) sebesar 12,73%, sedangkan keuntungan pemasaran (marketing profit) pada pedagang pengumpul sebesar 4,30% dan pedagang antar pulau sebesar 6,18%. Sistem pemasaran secara umum tergolong efisien dengan nilai efisiensi pemasaran sebesar 12,66%. Hasil penelitian menunjukkan struktur populasi dan kinerja pasar saling berkaitan dalam mempengaruhi ketersediaan dan distribusi sapi di Kabupaten Nagekeo.
Copyrights © 2026