Pengendalian persediaan obat yang tidak optimal dapat menyebabkan terjadinya dead stock yang merugikan apotek secara finansial dan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi gambaran pengeluaran obat OTC, mengidentifikasi obat yang mengalami dead stock, serta menganalisis faktor penyebabnya di Apotek Kimia Farma 595 Tajur Baru Bogor periode Oktober-Desember 2024. Penelitian menggunakan metode deskriptif retrospektif dengan teknik total sampling terhadap 617 item obat OTC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28,64% obat OTC mengalami dead stock tanpa pengeluaran selama tiga bulan berturut-turut. Faktor penyebab utama meliputi program perusahaan (29%), dropping antar outlet (27%), ketidaksesuaian kebutuhan pelanggan (16%), obat tidak laku (16%), expired (8%), glikol (3%), dan kerusakan fisik (2%). Permasalahan ini mengindikasikan kurangnya optimalisasi sistem pengendalian persediaan, terutama dalam perencanaan pengadaan dan distribusi obat yang tidak sesuai kebutuhan aktual apotek, sehingga diperlukan perbaikan sistem monitoring dan evaluasi berkala.
Copyrights © 2025